UPI Gandeng Menteri P2MI Resmikan Migrant Center UPI: Pusat Layanan dan Edukasi Calon Pekerja Migran

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi membuka Pusat Layanan dan Edukasi Calon Pekerja Migran, yakni Migrant Center.--Siaran Pers
Sementara itu, Rektor UPI, Prof Didi Sukyadi mengungkapkan, P2MI sebagai isu strategis, tidak hanya bagi UPI namun juga bagi bangsa Indonesia. Khususnya, UPI memiliki jumlah mahasiswa cukup banyak dengan total mencapai 50 ribu lebih mahasiswa, dengan jumlah prodi S1 sebanyak 176 program studi.
“Tentu kita harus pikirkan agar setelah lulus, mereka bisa mendapatkan cara untuk mencari nafkah. Jadi kita tidak ingin setelah lulus mereka kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan, di samping mereka menciptakan lapangan kerja sendiri, atau mereka melanjutkan studi,” ungkapnya.
Ia menyarankan bagi para lulusan yang memilih untuk bekerja, namun belum bisa mendapatkan pekerjaannya di dalam negeri, maka kesempatan untuk bekerja di luar negeri perlu dibuka lebih lebar.
Didi Sukyadi menegaskan UPI mengedukasi para mahasiswa, bahwa bekerja itu tidak hanya di dalam negeri tetapi juga bisa di luar negeri. Oleh karena itu, UPI menjalin kerja sama dan menggandeng Kementerian P2MI.
BACA JUGA:Sembilan Profesor Berebut Kursi Rektor UPI 2025–2030
“Alhamdulillah Pak Menteri sangat antusias dan sangat menyambut baik kerja sama ini dan ini merupakan hal yang baru. Nanti UPI bisa mendekatkan antara mahasiswa dengan dunia kerja yang sesungguhnya,” ujar Prof. Didi.
Di UPI sendiri terdapat prodi Bahasa Inggris, Jepang, Korea, Arab, Jerman, Jepang, dan juga Prancis. Namun demikian, UPI akan bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk menguatkan hal tersebut.
Sumber: