UPI Gandeng Menteri P2MI Resmikan Migrant Center UPI: Pusat Layanan dan Edukasi Calon Pekerja Migran

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi membuka Pusat Layanan dan Edukasi Calon Pekerja Migran, yakni Migrant Center.--Siaran Pers
“Nah biasanya pelatihannya di Jakarta sertifikasinya di Bandung, atau pelatihan skillnya di Jakarta, latihan bahasanya di Bandung. Ke depan kita ingin bisa terintegrasi di satu tempat, sehingga kita bentuk yang namanya Migrant Center ini,” sambungnya.
Menurut Abdul Kadir, Migrant Center ini hadir dari kerja sama yang salah satunya dengan universitas. Rencana ke depan, akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pengusaha.
“Bekerja di luar negeri menguntungkan, karena standar gaji yang bagus, seperti standar gaji di Jepang dan Korea yang bisa mencapai Rp 20 juta per bulan. Selain itu, peluang bekerja di sana juga sangat terbuka. Ada 639.000 kebutuhan tenaga kerja tahun ini, dan mereka memprioritaskan orang Indonesia. Jadi ini peluang pasar yang harus kita supply dengan treatment-treatment terstandar, sehingga betul-betul bagus,” paparnya.
Selain pembentukan Migrant Center, pihaknya juga mendorong UPI untuk membentuk kelas migran. Para mahasiswa sebelum masuk atau setelah masuk Universitas, didata orientasinya mau kerja di dalam negeri atau luar negeri. Kalau mau ke luar negeri, Ia mendorong untuk memilih ke Jepang, Korea, dan Jerman.
“Kurikulumnya sederhana, hanya belajar bahasa, budaya, dan pengetahuan negara setempat, pelajaran skillnya dikit-dikit dulu, sehingga jadi dari kelas 1 sampai kelas 3 dia sudah belajar itu. Tetapi pilihannya itu sementara ekstra kurikuler, supaya tidak mengganggu kurikulum yang sudah ditetapkan universitas.
Bila hasilnya bagus, Abdul Kadir mengatakan, pihaknya akan dorong universitas-universitas lain, untuk membuka juga jurusan khusus untuk migran.
BACA JUGA:PKM Prodi Administrasi Pendidikan UPI Dorong Deep Learning di PAUD Garut lewat TPACK
“Jadi bukan hanya kedokteran, bukan hanya bahasa, tapi jurusan migran. Jadi dari awal ia memang sudah menyiapkan mentalnya mau bekerja di luar negeri dengan masuk di jurusan migran. Namun ini masih sekedar ide,” ujarnya.
Sumber: