Amerika Serikat Memulai Serangan Balasan di Irak dan Suriah

Amerika Serikat Memulai Serangan Balasan di Irak dan Suriah

Sebuah pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) CH-6 dipamerkan di Pameran Penerbangan dan Dirgantara Internasional China (China International Aviation and Aerospace Exhibition) ke-14, yang juga dikenal dengan nama Airshow China di kota pelabuhan Zhu--ANTARA FOTO/Xinhua/Lu Hanxin/foc.

RADAR JABAR - Pemerintah Amerika Serikat mulai melancarkan serangan udara terhadap Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC)-Pasukan Quds dan milisi yang didukung Iran di Irak dan Suriah sebagai tanggapan atas serangan drone bunuh diri yang menewaskan tiga tentara AS di Yordania.

 

Menurut Komando Pusat (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan, serangan tersebut dilakukan dengan sejumlah pesawat, termasuk pembom jarak jauh yang diluncurkan dari AS. Secara keseluruhan, lebih dari 85 target diserang dengan lebih dari 125 amunisi presisi.

 

"Fasilitas yang menjadi sasaran meliputi pusat komando dan kendali serta pusat intelijen, tempat penyimpanan roket, rudal dan drone, “fasilitas rantai pasokan logistik dan amunisi kelompok milisi dan sponsor IRGC yang memfasilitasi serangan terhadap pasukan AS dan Koalisi,” kata keterangan dari CENTCOM.

BACA JUGA:Operasi UNRWA Terancam Berhenti Jika Pendanaan Dihentikan oleh Para Donatur

 

Pasukan IRGC-Quds adalah divisi operasi eksternal korps. Menurut Presiden AS Joe Biden, serangan ini hanyalah awal dari respons AS.

 

“Serangan akan berlanjut pada waktu dan tempat yang kita pilih,” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

 

“Amerika Serikat tidak menginginkan konflik di Timur Tengah atau di mana pun di dunia. Namun biarlah semua orang yang ingin menyakiti kami mengetahui hal ini: Jika Anda menyakiti orang Amerika, kami akan membalasnya.”

 

Serangan drone menewaskan tiga tentara AS dan melukai sedikitnya 34 lainnya pada Minggu di Tower 22, sebuah instalasi militer terpencil di Yordania dekat perbatasan Suriah dan Irak.

Sumber: antara