151 Korban Tewas Tragedi Halloween Itaewon, Presiden Korsel Umumkan Masa Berkabung

151 Korban Tewas Tragedi Halloween Itaewon, Presiden Korsel Umumkan Masa Berkabung

Hastag pray fo Itaewon menggema diberbagai media sosial--

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengumumkan masa Berkabung untuk  Korea Selatan, paska meninggalnya ratusan peserta pesta Halloween di Kota Itaewon Korea Selatan, Sabtu (29/10) kemarin. Data terakhir menyebutkan, jumlah korban terus bertambah, hingga siang ini disebutkan sudah ada 151 orang  korban yang dinyatakan meninggal dunia akibat tragedi Halloween di Itaewon tersbeut.

Paska kejadian, Presiden Yoon Suk Yeol dikabarkan sudah meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP) tragedi perayaan Halloween tersebut. Dimana ratusan ribu orang tumpah ruah dijalanan kota tersebut, bahkan hingga masuk ke dalanm gang-gang kecil untuk menyelamatkan diri.

Saat berada dilokasi, Presiden Yoon Suk Yeol sekaligus mengumumkan masa berkabung dan belasungkawa bagi para korban tragedi Halloween di Itaewon.

"Ini sungguh tragis. Sebuah tragedi sekaligus bencana yang seharusnya tidak terjadi di jantung Kota Seoul tadi malam," kata Presiden Yoon dikutip dari Reuters, Minggu 30 Oktober 2022.

Menurut laporan terbaru, perayaan Halloween di distrik Itaewon, Korea Selatan telah memakan korban tewas sebanyak 151 orang dari sebelumnya 149.

Para korban meregang nyawa akibat berdesak-desakan di kawasan gang pusat kehidupan malam di Seoul, ibu kota Korea Selatan dalam rangka pesta Halloween.

Perayaan Halloween tersebut merupakan yang pertama kalinya digelar dalam 3 tahun setelah Korea Selatan mencabut pembatasan pandemi COVID-19 dan larangan berkumpul. Sehingga masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul dan mengadakan pesta bersama.

Namun tak disangka keramaian semakin padat sehingga orang menjadi bedesak-desakan hingga terinjak-injak dan banyak yang mengalami kurang oksigen hingga mengalami sesak dan gagal nafas serta serangan jantung mendadak.

Itaewon merupakan distrik yang populer di kalangan muda Korea Selatan dan pada pendatang.

Sumber: