BPBD: Sebanyak 7.298 Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Bandung

BPBD: Sebanyak 7.298 Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Bandung--Dok. BPBD Kabupaten Bandung
BACA JUGA:Apresiasi Terobosan Presiden Prabowo, Kang DS Dorong Kolaborasi Antar Kepala Daerah
BACA JUGA:Dukung Program Prabowo, Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Sosialisasikan MBG di Kabupaten Bandung
"Bagian tanggul sungai yang jebol dan ambruk itu menutup jalan desa, sehingga air dari saluran Sungai Cikapundung Kolot meluap dan membanjiri pemukiman dan pemakaman umum. Masyarakat yang terdampak tanggul jebol itu sebanyak 1.417 KK dan 4.199 jiwa," imbuhnya.
Untuk penanganan tanggul jebol itu, dikatakan Uka Suska, BPBD Kabupaten Bandung berkoordinasi dengan BBWS Citarum dan aparat kewilayahan.
"BBWS Citarum akan melaksanakan penangan darurat mulai hari ini dengan menurunkan 2 unit alat berat untuk mengevakuasi material tanggul jebol dan akan melaksanakan pemasangan geobag di sekitar tanggul yang jebol," ungkapnya.
Selain menangani banjir dan tanggul jebol, BPBD juga turut melakukan penanganan rumah ambruk di Kampung Mekar Bakti RT 02/RW 12 Desa Ganjar Sabar Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Selasa sore. Rumah ambruk yang disebabkan turun hujan deras itu milik Tete Suherman yang dihuni KK atau 5 jiwa.
"Para penghuninya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat," katanya.
Untuk penanganan rumah ambruk itu, BPBD melaksanakan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa. Terkait kejadian tersebut, BPBD melaksanakan assessment.
"BPBD menghimbau kepada pemilik rumah untuk lebih berhati-hati bila mana hujan turun kembali mengingat kondisi rumah sudah lapuk.
Kebutuhan mendesak berupa terpal, matras, selimut dan lainnya," ujarnya.
BACA JUGA:Alami Kenaikan, Nilai MCP KPK RI Kabupaten Bandung Akhir 2024 Capai 93 Persen
BACA JUGA:Museum Pers Jawa Barat akan segera berdiri di Kota Bandung
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna yang sedang melaksanakan kegiatan retreat bagi kepala daerah se-Indonesia di Magelang Jawa Tengah pada hari keenam ini menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di Dayeuhkolot dan Bojongsoang Kabupaten Bandung karena ia belum bisa berkunjung ke lokasi dan menemui masyarakat.
"Insya Allah setelah selesai melaksanakan retreat akan berkunjung ke lokasi banjir," kata Bupati Bandung dalam keterangannya melalui video visual yang dibagikan ke grup WhatsApp, Rabu pagi.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna pun mengucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1446 Hijriah/2025 yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan.
Sumber: