Catatan Penjualan 10 Ton Beras di Pasar Murah Pangan oleh Pemkab Cianjur

Catatan Penjualan 10 Ton Beras di Pasar Murah Pangan oleh Pemkab Cianjur

Ilustrasi--Freepik/Jcomp

RADAR JABAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, mencatat bahwa terdapat 10 ton beras terjual pada setiap kegiatan pasar murah pangan selama Ramadhan 1445 H. Penjualan beras tersebut terdapat di beberapa kecamatan yang diselenggarakan bersama dengan beberapa pihak termasuk Perum Bulog.

Herman Suherman selaku Bupati Cianjur menyatakan di Cianjur, Sabtu (16/3) bahwa pasar pangan murah yang diadakan bergantian di setiap kecamatan di Cianjur adalah langkah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mereka dan untuk merespons kenaikan harga beras.

"Selama bulan Ramadhan sekaligus Program Ngabuburit dan Tarawih Keliling, kami menggelar pasar murah di sejumlah kecamatan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan termasuk beras, sayur mayur dan daging," ujarnya.

BACA JUGA:Ini Jumlah Besaran Zakat Fitrah di Jawa Barat Tahun 2024 Berdasarkan Surat Edaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat

Kegiatan pasar pangan murah yang berlangsung dari pagi hingga petang di setiap kecamatan melibatkan penyedia atau distributor kebutuhan pangan seperti daging, telur, dan petani sayur lokal Cianjur serta Bulog Cianjur.

Herman menjelaskan bahwa petani di setiap kecamatan yang memiliki produk pertanian juga ikut serta sebagai penyedia, sehingga kebutuhan pangan warga dapat dipenuhi di setiap kegiatan tanpa harus mengandalkan pasokan dari luar kota Cianjur.

"Setiap kegiatan pasar pangan murah, penyedia atau distributor sampai dengan petani di setiap kecamatan dilibatkan, sehingga pasokan yang ada dalam setiap kegiatan dapat memenuhi kebutuhan warga dengan harga murah, sehingga dapat menekan harga di pasaran," ujarnya.

BACA JUGA:2 Pohon Tumbang Imbas Hujan Deras di Bogor Merusak Rumah Warga

Kepala Bulog Cianjur, Renato Horison, menyatakan bahwa dalam setiap pasar pangan murah yang diadakan bersama pemerintah daerah, pihaknya menyediakan 2 ton hingga 15 ton beras dan kebutuhan pangan lainnya, disesuaikan dengan kebutuhan warga di setiap kecamatan.

Tidak jarang belasan ton beras yang disediakan habis dalam waktu kurang dari dua jam, sehingga pihaknya terpaksa menambah stok untuk memenuhi permintaan, di mana beras dengan berat 5 kilogram dijual dengan harga HET Rp54 ribu.

"Kami selalu menambah stok ketika stok awal habis dalam beberapa jam, setiap kecamatan paling sedikit beras yang disediakan sekitar 15 ton, kami akan terus mengimbangi kegiatan yang digelar pemkab guna menekan kenaikan harga dan normalisasi harga,"  ujarnya.*

Sumber: antara