712 TPS di Kabupaten Bekasi Rawan Banjir, Langkah Mitigasi Disiapkan

712 TPS di Kabupaten Bekasi Rawan Banjir, Langkah Mitigasi Disiapkan

Ilustrasi orang memasukkan surat suara di TPS. 712 TPS di Kabupaten Bekasi Terglolong Daerah Rawan Banjir, Langkah Mitigasi Disiapkan-freepik-Tangkapan layar via Freepik

Radar Jabar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menyiapkan manuver mitigasi pada 712 tempat pemungutan suara (TPS) kategori rawan banjir. Ini dilukan demi mengantisipasi potensi bencana saat hari pemungutan suara 14 Februari 2023.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan 712 titik dari total 8.417 TPS tergolong kategori rawan banjir. Ratusan tempat pemungutan tersebut tersebar di 65 desa dan 20 kecamatan.

 

“Saya sudah koordinasi dengan para camat, paling rawan ada di Kecamatan Babelan. Di wilayah lain ada sebagian TPS seperti di Kecamatan Sukatani dan Serang Baru, itu memang sudah digeser sehingga mengurangi jumlah TPS rawan,” jelas dia di Cikarang hari Selasa 6 Februari 2024, dikutip dari JPNN.

 

Menurutnya penanganan TPS rawan banjir juga diupayakan lewat pendirian posko unit reaksi cepat atau Pos Aju dengan posko komando utama di Kantor BPBD Kabupaten Bekasi. Lalu juga enam posko lain yang tersebar di sejumlah wilayah.

 

BACA JUGA:Bupati Karawang Sebut Fokus Pemerintah Kabupaten pada Penanganan Pengelolaan Sampah

 

“Posko ini sebagai upaya optimalisasi informasi dan komando dalam rangka penanganan TPS rawan banjir dengan tujuan mempermudah garis koordinasi penangan pengamanan pemilu dari potensi bencana,” ungkap Muchlis.

 

Lebih lanjut dia menjelaskan rinciannya. Pos Aju 1 bakal didirikan di Kecamatan Cabangbungin, Pos Aju 2 di Kecamatan Babelan, Pos Aju 3 Kecamatan Pebayuran, Pos Aju 4 Kecamatan Karangbahagia, Pos Aju 5 Kecamatan Cibitung, dan Pos Aju 6 di Kecamatan Cikarang Pusat.

 

“Jadi nanti satu pos ini membawahi beberapa kecamatan di sekitarnya. Untuk pos Aju Cabangbungin masih kita pertimbangkan apakah di Cabangbungin atau kita geser ke Muaragembong. Pos-pos ini nantinya bis akita geser sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca,” terangnya.

 

Tim kesiapsiagaan musibah pemilu ini memiliki tugas utama berupa antisipasi penyelamatan logistik pemilu. Meliputi aktivasi komando sebagai langkah pertama yang dilanjutkan dengan penyelamatan dan evakuasi serta aktivasi lokasi pengungsian.

 

BACA JUGA:Bawaslu Jabar Petakan Beberapa TPS Rawan di Kabupaten Sukabumi

 

Ia menyebut pihaknya menyiapkan berbagai berang-barang di setiap Pos Aju. Mulai dari dayung, tenda keluarga, tikar, matras, pelampung, lampu penerangan dan kabel, tandu, spanduk, perahu karet, mopel, hingga mobil rescue.

 

BPBD Kabupaten Bekasi pun menyiagakan 65 personel dibantu 500 petugas dari elemen kecamatan, 77.129 orang rekrutmen KPU, 4.200 anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), 50 orang komunitas relawan, dan 1.800 anggota Destana ditambah personel TNI-Polri.

 

“Rencana posko-posko ini akan didirikan mulai 12 Februari dengan piket petugas disiagakan 13, 14, dan Februari selama 24 jam. Mereka akan berkoordinasi dengan petugas PPK memantau TPS masing-masing.” Pungkas Muchlis.

Sumber: