Mengapa Orang Bodoh Merasa Pintar? Kenali Istilah Dunning Kruger Effect

Mengapa Orang Bodoh Merasa Pintar? Kenali Istilah Dunning Kruger Effect

Mengapa Orang Bodoh Merasa Pintar-Ilustrasi/Unsplash-

RADAR JABAR - Mengapa orang bodoh menganggap dirinya pintar? Mengapa orang tanpa kompetensi merasa kompeten? Mungkin kamu pernah menghadapi orang yang merasa tahu segalanya, berbicara banyak, tetapi semuanya omong kosong tanpa dasar pengetahuan. Bicaranya lancar seperti jalan tol, ibarat tong kosong yang nyaring bunyinya.

Contohnya, di acara Indonesian Idol di TV, ada beberapa peserta yang sama sekali tidak bisa menyanyi, bahkan tidak bisa mengambil nada, tetapi dengan pedenya ikut dalam ajang pencarian bakat tersebut.

Ketika juri tidak meloloskan mereka ke tahap berikutnya, mereka malah marah-marah, menganggap juri tidak kompeten. Orang yang menonton pun bukannya merasa kasihan, tetapi justru menjadikan mereka bahan lelucon, sering bertanya, "Kok ada orang seperti itu? Kenapa bisa ada orang yang bangga atau pede tahu sesuatu padahal sebenarnya tidak tahu apa-apa?"

Dalam dunia psikologi, orang-orang seperti ini terkena Dunning Kruger Effect. Mereka tidak menyadari ketidaktahuan mereka dan justru merasa sangat yakin akan pengetahuan dan kemampuan mereka.

BACA JUGA:Mengapa Kita Harus Belajar Menabung di Usia Muda?

Ini seperti fenomena di mana ketidakmampuan seseorang dalam suatu bidang membuatnya tidak mampu menilai sejauh mana ketidakmampuannya itu. Sehingga, mereka cenderung merasa sangat percaya diri meskipun sebenarnya tidak kompeten.

Apa itu Dunning Kruger Effect?

Pada tahun 1995, seorang pria bernama McArthur Wheeler melakukan perampokan di dua bank tengah hari. Polisi di Pittsburgh, tempat perampokan berlangsung, dengan mudah menangkap pelaku.

Wheeler memiliki postur tubuh yang besar dan tidak mengenakan topeng, sehingga wajahnya terlihat jelas di rekaman CCTV saat mengarahkan senapan kepada para karyawan bank. Saat ditangkap, Wheeler terkejut dan bertanya, "Loh, kok kalian bisa tahu itu saya? Saya kan sudah memakai perasan jeruk."

Ternyata, sebelum beraksi, ia mengoleskan jus jeruk ke wajahnya karena meyakini secara ilmiah bahwa jus jeruk dapat berfungsi sebagai tinta yang tidak terlihat atau invisible.

BACA JUGA:Belajar dan Pahami Cara Berkomunikasi dengan Baik, Agar Hubungan Kamu Lancar!

Wheeler percaya bahwa setelah menggunakan jus jeruk, wajahnya tidak akan terlihat di CCTV. Namun, akibat tindakannya itu, Wheeler malah masuk penjara dan diberi status tidak resmi sebagai penjahat paling bodoh yang pernah ada di dunia.

Kejadian ini menarik perhatian Profesor Psikologi David Dunning, yang kemudian mengajak Justin Krueger untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait fenomena ini dan kasus serupa.

Melalui penelitian tersebut, mereka menyimpulkan bahwa orang-orang yang kurang kompeten cenderung overestimate kemampuan mereka, atau dengan kata lain, orang bodoh sering merasa lebih pintar.

Dunning Kruger Effect merupakan sebuah bias kognitif di mana orang dengan kemampuan rendah dalam suatu tugas cenderung membesar-besarkan kompetensinya, sementara orang dengan kemampuan tinggi dalam tugas yang sama cenderung meremehkan kompetensinya atau tidak pede.

Sumber: