Konferensi Internasional Urban 20 di Bandung, Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

Konferensi Internasional Urban 20 di Bandung, Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar, saat menghadiri Konferensi Internasional Urban 20, di Kantor DKPP, Jl. Arjuna, Kamis (4/8). -(Deni Armansyah/Jabar Ekspres)-

BANDUNG – Berbagai perwakilan Kota di Asia Pasifik sedang berkumpul di Bandung. Kehadiran Perwakilan dari berbagai kota tersebut dalam rangka Konferensi Internasional Urban 20. Konferensi ini diusung, guna meningkatkan ketahanan pangan kota dan menciptakan future work, melalui urban farming yang berbasis budaya dan teknologi.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menjadi tuan rumah dalam perhelatan Konferensi Internasional Urban 20 ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bandung Gin Gin Ginanjar memaparkan, saat ini Kota Bandung memiliki sumber pangan yang sangat sedikit. Sebab, dari 96,47 persen sumber pangan kota Bandung, berasal dari luar wilayah. Hal ini tidak hanya dialami kota Bandung, tetapi banyak kota di berbagai negara lainnya.

“Kota Bandung sudah mulai bergerak. Melalui program ketahanan pangan yang kita bangun, melalui rumah tangga, keluarga dan wilayah pemukiman. Dan ini sudah mulai berkembang cukup maju. Walaupun baru berjalan tiga tahun, tetapi sudah diterima oleh masyarakat. Dan menjadi sumber baru ketahanan pangan kota Bandung. Yang kita kenal sebagai program urban farming terintegrasi atau Buruan SAE,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Jl. Arjuna, Kota Bandung, Kamis (4/8).

Kota Bandung, tuturnya, menjadi salah satu anggota Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP). Merupakan aliansi kota-kota seluruh dunia yang memiliki fokus terhadap ketahanan pangan. Bandung sejak 2020 tercatat sebagai anggota dan tergabung menjadi salah satu dari 240 kota di dunia, dan terbilang sebagai anggota yang cukup aktif.

“Bandung menguatkan ketahanan pangan dan akhirnya Bandung dipilih sebagai pengurus regional Asia Pasifik 2021-2023. Dan dua hal yang menjadi tugas kepengurusan ini. Bandung bersama Seoul, adalah kami diwajibkan memperluas jejaring kota-kota yang akan menjadi anggota MUFPV, bersyukur kita sudah berhasil merekrut anggota baru khususnya kota-kota di Indonesia,” kata dia.

Pemerintah Indonesia, beber Gin Gin, saat ini menjadi tuan rumah G20 dengan salah satu program kegiatan yaitu Urban 20. Dan sebagai tuan rumah yang merupakan Gubernur Jawa Barat bersama Gubernur DKI.

“Isu pangan memang menjadi topik prioritas yang akan dibicarakan di G20, jadi inisiatif kita diterima. Kita melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, selain pemerintah Kota Bandung yang memang sudah memiliki kota cerdas pangan,” papar Gin Gin.

Pihak DKPP akan memberikan rekomendasi, yang nanti akan disampaikan kepada gubernur. Sehingga berlanjut akan disampaikan dalam pertemuan antar gubernur di G20. Program ini juga merupakan bukti untuk menunjukan bagaimana masyarakat Bandung sudah mulai bergerak dan merasakan manfaat dari Buruan SAE.

“Makanya hari ini kita (para perwakilan kota negara-negara) sudah berkeliling ke dua lokasi, di Sarijadi dan Padjajaran dan berakhir disini,” tegasnya.

“Saya berusaha agar memasukkan ini sebagai agenda G20 dan perjungannya memang cukup panjang dan akhirnya direspon, karena pemikiran dari U20 dengan G20 sama-sama akan membahas tentang ancaman krisis pangan, makanya inisiasi kita sangat direspon dan mendapat banyak dukungan dari lembaga internasional,” tandas Gin Gin.

 

 

Sumber: