Mengenal Sejarah KA Turangga Sebelum Peristiwa Kecelakaan, Sudah Beroperasi Sejak 1995

Mengenal Sejarah KA Turangga Sebelum Peristiwa Kecelakaan, Sudah Beroperasi Sejak 1995

Mengenal Sejarah KA Turangga Sebelum Peristiwa Kecelakaan-Arsip-

RADAR JABAR - Telah terjadi tabrakan antara KA Turangga dan KA Komuter Bandung Raya di bagian trek rel antara Stasiun Haurpugur-Cicalengka KM 181, Kabupaten Bandung, pada pukul 06:03 Jumat, 5 Januari 2024.

Saat ini, tim PT KAI sedang berusaha keras untuk mengevakuasi semua penumpang yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Alat berat telah dikerahkan ke lokasi guna memastikan agar jalur kereta yang terhalang dapat segera dibuka kembali untuk dilalui oleh kereta lainnya.

Kabar sementara yang disampaikan oleh Kapolresta Bandung, Kusworo Wibowo, menyebutkan bahwa terdapat tiga korban jiwa dalam kecelakaan ini, yang terdiri dari masinis, asisten masinis, dan seorang pegawai KAI.

Sejarah KA Turangga Sebagai Kereta Legendaris

Pada tanggal 1 September 1995, tepat 21 tahun yang lalu, KA Turangga yang beroperasi di rute Bandung-Surabaya Gubeng mulai beroperasi.

Awalnya, kereta api ini memiliki rangkaian kelas Bisnis dan Eksekutif untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang beragam.

BACA JUGA:Kecelakaan Maut KA Turangga dan Commuter 350 di Bandung, Masinis Tewas

Namun, sejak tanggal 11 Oktober 1999, pelayanan KA Turangga terbatas hanya untuk penumpang kelas Eksekutif. KA Turangga dikenal sebagai kereta api malam yang menjadi pilihan utama bagi pengguna jasa transportasi yang ingin melakukan perjalanan antara Bandung dan Surabaya.

Perjalanan malam hari memberikan kenyamanan dan efisiensi waktu bagi penumpang yang ingin mencapai tujuan mereka dengan cepat.

Saat melintasi rute antara Bandung dan Surabaya, KA Turangga menyusuri sejumlah stasiun pemberhentian yang signifikan. Stasiun-stasiun tersebut mencakup Banjar, Kutoarjo, Tugu Jogja, Solo Balapan, Madiun, dan Kertosono.

Pada masa itu, stasiun-stasiun tersebut menjadi titik naik turun bagi penumpang yang menggunakan layanan kereta api ini.

Nama "Turangga" dipilih sebagai nama kereta ini, diambil dari kuda tunggangan raja atau bangsawan di Jawa, mencerminkan kecepatan dan kekuatan kereta ini dalam mencapai tujuannya.

BACA JUGA:Upaya Pihak KAI Tangani Kecelakaan KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya, Kabarkan Keadaan Penumpang

Sumber: