5 Proses Budidaya Tanaman Obat yang Harus Diperhatikan, Mudah dan Murah!

5 Proses Budidaya Tanaman Obat yang Harus Diperhatikan, Mudah dan Murah!

5 Proses Budidaya Tanaman Obat yang Harus Diperhatikan, Mudah dan Murah!--(Sumber Gambar: Pixabay/kerdkanno)

Radar Jabar - Masyarakat Indonesia sejak dahulu mengenal obat tradisional yang terbuat dari berbagai tanaman yang memilliki berbagai manfaat. Karena, meningkatnya pemakaian obat tradisional yang semakin melambung tinggi, budidaya tanaman obat pun banyak dilakukan.

Berbagai tanaman obat ini dipercaya dapat mencegah dan mengobati berbagai penyakit diantaranya dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Tanaman Jahe, temulawak, empon-empon banyak dibudidayakan oleh  banyak orang sebagai jenis tanaman yang memiliki jenis manfaat. Untuk kalian yang penasaran, yuk simak tips budidaya tanaman obat yang berikut ini

1.Proses Pembibitan

Didalam budidaya tanaman obat, pembibitan pun perlu sangat diperhatikan dan tidak boleh diabaikan. Kalian dapat melakukannya dengan dua cara yakni vegetative dan juga generative. Pembibitan generative menggunakan biji tanaman. Sedangkan proses pembibitan vegetatif dilakukan secara alami dan juga buatan.

Proses pembibitan secara vegetatif alami bisa dilakukan dengan menggunakan tunas, batang dan juga umbi lapis. Sedangkan vegetatif buatan bisa dilakukan dengan cara runduk, stek, menyambung serta mencangkok. Kalau kalian lebih menyukai cara pembibitan yang mana nih guys?

2.Kondisi Tanah

Selain proses pembibitan, pengolahan tanah pun tidak boleh sampai dilewatkan dalam budidaya tanaman obat. Karena kondisi tanah akan sangat menentukan keberhasilan budidaya tanaman yang satu ini loh. Kondisi tanah yang gembur akan memudahkan pertumbuhan tanman semakin cepat dan bagus.

Karena dalam menanam tanaman, kondisi tanah memang menjadi salah satu hal yang sangat mempengaruhi proses perkembangan tanaman.

Nah, dalam proses memilih kondisi tanah, kalian harus memperhatikan dengan sangat teliti ya, jangan sampai menggunakan tanah yang tidak sesuai yang akan memperhambat pertumbuhan tanaman itu sendiri.

 

BACA JUGA:Mau Berkebun Tapi Bingung? Ini 10 Rekomendasi Tanaman Hias dengan Perawatan Mudah untuk Pemula

 

3. Proses Penanaman

Dalam proses penanaman lubang dan juga alur tanam harus dibuat pada bedengan. Jarak lubang tanam pun harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan juga jenis tanaman ya. Saat penggalian lubang untuk menanam, kalian disarankan untuk mencampurnya terlebih dahulu dengan pupuk kandang maupun pupuk kompos.

Tanaman sirih maupun lada serta tanaman obat yang tumbuhnya merambat sangat memerlukan tegakkan.

Tegakkan ini bisa dipasang kira-kira setinggi 10 cm dari tanaman. Dan tegakan pun dapat berupa panjatan mati atau hidup. Tanaman panjatan hidup harus yang memiliki pertumbuhan yang cepat, berbatang kuat dan juga lurus.

Sumber: