Tangis Orang Tua Korban Kecelakaan Truk di Bekasi, Anak Bungsu Meninggal Cedera Kepala

Tangis Orang Tua Korban Kecelakaan Truk di Bekasi, Anak Bungsu Meninggal Cedera Kepala

Potret sebuah truk bernopol B 9840 PCS yang tertimpa tiang pasca kejadian kecelakaan dimana sebuah truk kontainer menabrak pedagang, pemotor dan anak-anak SD di jalan Sultan Agung, Bekasi. (Instagram/Infojawabarat)--

BEKASI - Kecelakaan truk yang terjadi di Jalan Sultan Agung Bekasi atau tepatnya di depan Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 dan 3 Kota Baru masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, terlebih untuk keluarga korban yang meninggal dunia.

Seperti halnya yang dialami Supri (41), dirinya sama sekali tidak menyangka jika anak bungsunya, Irham Agusti Saepuloh, menjadi korban dalam kecelakaan maut truk trailer di Jalan Sultan Agung Bekasi Barat kota Bekasi yang merenggut 10 korban jiwa.

Sesaat sebelum kejadiaan nahas yang menimpa anaknya, Supri bahkan sempat melihat anaknya tersebut sedang jajan di depan sekolah, atau tepatnya di pinggir jalan.

“Rumah saya dekat dengan lokasi kejadian, jadi pas kontainer nabrak, saya lihat jelas, anak saya ada di depan sekolah lagi jajan, soalnya lagi jam istirahat sekolah,” katanya seperti dilansir dari Antara.

Supri mengaku saat mengetahui kejadian itu perasaannya bercampur aduk.

Dirinya yang semula hendak mengantarkan istri ke kantor BPJS pun batal karena langsung menuju lokasi kejadian.

“Saya sama istri sudah di motor mau berangkat ke Kantor BPJS tapi tidak jadi, soalnya ada kecelakaan, saya lihat anak saya diangkat sama tetangga saya,” katanya.

Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online ini pun tidak kuasa menahan tangis ketika melihat anak bungsunya meninggal akibat kecelakaan tersebut.

“Anak saya kelas enam SD, dia anak ‘bontot’ (bungsu) dari empat bersaudara. Waktu diangkat tetangga saya, saya lihat kondisi kepala anak saya keluar darah,” kata Supri.

Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya menyebut sedikitnya 30 orang menjadi korban kecelakaan dimana 10 orang diantaranya meninggal dunia.

“Jadi, jumlah korban sampai saat ini secara keseluruhan ada 30 orang, untuk korban yang meninggal dunia 10 orang,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman seperti dilansir dari Antara.

Menurut Latif korban kecelakaan truk trailer terdiri atas anak-anak siswa sekolah dan orang dewasa. Seluruh korban, baik korban luka maupun meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Ananda dan RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

Kecelakaan truk trailer terjadi tepat di depan SDN Kota Baru II dan III Bekasi Barat yang mayoritas korban adalah anak-anak yang baru saja keluar dari sekolah dan orang tua yang sedang menjemput anaknya pulang sekolah.

Selain itu, terdapat korban yang merupakan pengendara lain serta pedagang makanan yang mangkal di depan sekolah itu. (pojoksatu-red)

Sumber: