Pesan Bupati Bogor ke Damkar, Soroti Response Time dan Jaga Semangat Pengabdian
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika saat bersama anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.--Diskominfo
RADAR JABAR, BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan pesan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika soal respons time untuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Sebagai informasi, Damkar Kabupaten Bogor mencatat pada tahun 2025, terdapat 1.889 kegiatan penyelamatan (rescue), 297 kali kejadian kebakaran, dengan 3 kecamatan kejadian terbanyak Cibinong 33 kejadian, Citereup 30 kejadian dan Gunung Putri 29 kejadian.
Dalam arahan Bupati Bogor, Ajat menyoroti, agar anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan harus selalu siap siaga untuk menghadapi situasi kebakaran maupun penyelamatan.
Dia menambahkan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menjadi garda terdepan untuk menjaga keselamatan masyatakat dari ancaman kebakaran maupun situasi darurat lainnya.
BACA JUGA:Kata Mereka tentang SMAN 3 Jonggol: Semua Anak Bisa Sekolah
BACA JUGA:Meja dan Kursi di SMAN 3 Jonggol Kabupaten Bogor Mulai Ditata
Ia mengungkapkan, ukuran keberhasilan pelayanan dari masyarakat salah satunya adalah response time. Ajat melanjutkan, response time yang cepat sangat penting untuk meminimalisir kerugian.
“Ukuran keberhasilan pelayanan kepada masyarakat salah satunya adalah response time. Semakin cepat respons yang diberikan, semakin besar peluang untuk meminimalisasi dampak dan kerugian akibat kebakaran,” kata Ajat, pada Kamis (8/1/2026).
“Oleh karena itu, analisis kebutuhan layanan, baik dari sisi personel, peralatan, maupun wilayah rawan kebakaran, terus dilakukan secara mendalam,” sambung dia.
Selain itu, dalam pesan Bupati Bogor, Ajat juga menyampaikan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
BACA JUGA:Dinas Pekerjaan Umum Bogor Upayakan Pembayaran terhadap Penyedia pada Februari 2026
BACA JUGA:Pengusaha 'John Cisarua' Terima Janji Dinas PU untuk Bayar pada Februari: Berupaya Terima Toleransi
Selain itu, menjaga integritas dan disiplin sebagai kunci utama kepercayaan publik. Serta, memperkuat koordinasi lintas sektor dengan perangkat daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Keempat, merawat dan menjaga seluruh aset negara sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat," ujarnya.
Sumber: