Terperangkap di Negeri Tirai Bambu, Perempuan Asal Bogor Jadi Korban TPPO hingga KDRT

Rabu 04-02-2026,15:28 WIB
Reporter : Regi Pratasyah
Editor : Salma Sepina Nurdini

RADAR JABAR, BOGOR - Tabir Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mulai terungkap. Kali ini, korban berasal dari Kabupaten Bogor atau dikenal dengan wilayah Bumi Tegar Beriman. Perempuan asal Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, mengaku dijual ke Negeri Tirai Bambu.

Meri Aldawiyah (22) sebagai pekerja di salah satu restoran. Ia melihat status dari kerabatnya berinisial R pada salah satu plafrom media sosial. Diketahui, R memiliki hubungan kerabat dari mantan suami pertamanya Meri Aldawiyah. Status tersebut, berupa memberikan fasilitas menikah dengan orang asal Cina. Kemudian, semua kisah Meri Aldawiyah dimulai.

"Yang memfasilitasi nikah dengan orang Cina. Berawalnya itu sebetulnya. Akhirnya, chat-chatan lah antara si R dengan si Meri ini," kata Kuasa Hukum Dian Akhyar, pada Rabu (4/2/2026).

Perempuan itu tergiur dengan tawaran Rp 70 Juta. Bak ketiban bintang jatuh, Meri menyetujui ajakan tersebut dengan nilai uang yang dianggap sepadan.

BACA JUGA:Zeis Zultaqawa, Jasa Konstruksi Bertujuan Meningkatkan Infrastruktur Lebih Bedas Menuju Indonesia Emas 2045

BACA JUGA:Pekerja Kontraktor yang Diduga Terpeleset dari Jembatan Leuwiranji Terseret Arus Air Sejauh 9,7 Kilometer

Selanjutnya, IS menghubungi Meri untuk menanyakan keseriusannya. IS diduga berperan sebagai salah satu agen yang menyalurkan Meri Aldawiyah.

"Serius mau nikah sama orang Cina. Uangnya sekitaran 70 juta. 20 jutanya buat anggaplah agen-agen mandiri. Yang 50 jutanya ke Meri," kata Dian Akhyar.

Sesudah percakapan tersebut, Meri melakukan perjalanan di daerah Cinere, Jakarta untuk bertemu yang diduga agen lainnya di wilayah tersebut.

Pada pertemuan tersebut, Meri bertemu dengan tiga agen lainnya yang bernama Ko Apuk, Liu, dan Cici Lili. Setelah itu, pertemuan selanjutnya via video call dengan laki-laki asal Cina.

"Dengan agen yang ada di Jakarta. Namanya Ko Apuk, Ada Liu. Sama penterjemah bahasa Cina ke Indonesia. Namanya Cici Lili. Setelah itu, pertemuan itu berlanjut ke video call," ujarnya.

"Antara si laki-laki yang di Cina dengan si Meri. Setelah itu video call, dia oke. Pada sekitaran bulan November. Sekitaran bulan November 2024," sambung dia.

Lebih jauh, Meri yang ngekos di wilayah Cisarua disambangi oleh laki-laki asal Cina tersebut. Keduanya menikah diatur IS. Meri hidup tanpa kontrol orang tua sejak kecil, karena orang tuanya sudah berpisah.

Dian menutur, IS membuat orang tua palsu untuk melangsungkan pernikahan antara Meri dengan laki-laki asal Cina tersebut.

"Akhirnya tanpa kontrol orang tua. Dia menikah dengan si orang Cina tersebut. Si IS yang mengatur. Dibuat figur. Buat figurnya itu orang tua. Orang tua palsu. Ibunya. Bukan ibunya Meri yang asli. Bapaknya juga bukan bapaknya Meri yang asli. Sampai terjadilah akhirnya pernikahan siri," tutur Dian.

Menetap 2 Minggu di Jakarta Usai Menikah

Kategori :