Ia menambahkan, Rp 30 Juta dikirim ke rekening atas Nama R yang merupakan kerabat dari Meri.
"Yang paling terakhir, uang yang dijanjikan Rp70 juta itu Rp50 juta. Sebelum Merry berangkat hanya diberikan 3 kali ke Mari by transfer. Rp10 juta, Rp5 juta, Rp5 juta. Rp30 juta hanya dikirim ke rekening atas nama R. yang tadinya masih ada hubungan saudara dari mantan suaminya itu," jelasnya.
Dian menyampaikan, kliennya pergi ke Cina pada Januari 2025 dengan transit terlebih dulu di negara Singapura. Ketika ditanya oleh pihak Imigrasi, Meri mengaku untuk pergi berlibur selama dua bulan.
"Pada saat dia bikin paspor itu, ketika ditanya oleh imigrasi dia bilangnya mau liburan aja 2 bulan," jelas dia.
Sesampainya di Cina, Dian Akhyar mengungkapkan, pernikahan Meri dengan laki-laki Cina tersebut berlangsung aman dan tidak ada pertikaian.
Ia menjelaskan, kekerasan tersebut dialami oleh Meri saat sang suaminya itu dalam keadaan pengaruh minuman beralkohol.
"Karena kan si suami tuh tukang mabuk. Tukang mabuk, suka ke club malem gitu kan. Ditambah lagi setiap Meri minta uang nggak pernah dikasih. Kan perjanjiannya akan ngirim ke Indonesia," ujarnya.
Uang tersebut dimaksudkan untuk diberi kepada anaknya Meri dari hasil pernikahannya dengan suami yang pertama.
Iming-Iming Kemewahan Negeri Bambu
Dian melanjutkan, Meri terambil hatinya dengan iming-iming kemewahan hidup di negeri seberang seperti mobil, rumah, hingga perhiasan.
"Ya dengan iming-iming itu tadi dengan iming-iming dikasih mobil, dikasih rumah, dikasih perhiasan," lanjut Dian.
Sesampainya di Cina, nasib Meri tidak mulus, semua yang dijanjikan lenyap. Bahkan, Meri sendiri dimaharkan oleh laki-laki tersebut sebesar Rp 500 Juta.
"Meri itu sebetulnya dikasih maharnya atau dijualnya itu 500 juta, bukan 70 juta," jelas dia.
Dian menambahkan, nominal ratusan juta itu tidak mengetahui masuknya ke rekening Meri atau tidak dan menunggu pengembangan pihak kepolisian.
"Nggak masuk ke Meri, nggak masuk. Kita nggak tau ya, nanti polisi lah itu yang nanti pengembangannya bagaimana. Karena baru tau kemarin juga kita itu," ujarnya.
Meri yang dijanjikan kemewahan tersebut tidak terwujud, justru Meri tidak bekerja dan menjadi ibu tumah tangga saja.
Pengakuan Meri Aldawiyah, Dipukul oleh Lelaki Mabuk
Meri Aldawiyah yang diduga sebagai korban TPPO memberikan keterangannya kepada awak media. Dia mengaku mendapat kekerasan dari laki-laki Cina berumur 34 tahun tersebut. Kekerasan itu didapat Meri saat laki-laki Cina yang bekerja di bengkel dalam keadaan mabuk.