Indonesia Usulkan Reog, Kolintang, serta Kebaya Menjadi Warisan Budaya UNESCO

Indonesia Usulkan Reog, Kolintang, serta Kebaya Menjadi Warisan Budaya UNESCO

Ilustrasi sekelompok pemusik memainkan alat musik tradisional kolintang-BPMP Provinsi Sulawesi Utara-Situs resmi BPMP Sulawesi Utara

Radar Jabar - Pemerintah Indonesia mengusulkan kesenian reog, alat musik tradisional kolintang, serta pakaian tradisional kebaya sebagai warisan budaya Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO).

 

UNESCO, kata Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), bakal membahas usulan tersebut tahun ini.

 

"Saat ini kita masih menunggu keputusan UNESCO. Pertama, reog ponorogo, kedua, kolintang, ini pengajuan bersama dengan alat musik dari Afrika, lalu ketiga, kebaya," papar Asisten Deputi Pemajuan dan Pelestarian Budaya Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo, dalam temu media di Jakarta, Senin (6/5), dikutip dari Antara.

 

BACA JUGA:Respons Usulan Menkop Teten, Mendag Zulhas Tegaskan Sertifikasi Halal Wajib untuk Dipenuhi

 

Dia mengungkapkan bahwa kebaya diajukan bersamaan atau join nomination dari lima negara, yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

 

"Nah, join nomination ini (kebaya) ditambah dengan reog dan kolintang. Tiga ini yang saat ini jadi target capaian Indonesia di UNESCO, kita harap keputusannya melalui komite warisan dunia (world heritage comitee)," ujar Andre.

 

Menurut Andre, UNESCO akan bersidang sekitar bulan Agustus 2024 atau September 2024. Alhasil status pengajuan reog, kolintang, serta kebaya, saat ini masih menanti keputusan di sidang tersebut.

 

Sumber: