Polandia Tegas Tolak Aksesi Cepat Ukraina ke Uni Eropa
Ilustrasi Bendera Ukraina. --ANTARA/Anadolu/py
RADAR JABAR - Pemerintah Polandia menegaskan tidak akan mendukung percepatan proses keanggotaan Ukraina di Uni Eropa. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Radoslaw Sikorski pada Kamis (16/4).
Menurut Sikorski, gagasan terkait aksesi cepat memang sempat dibahas di tingkat Komisi Eropa, namun peluang tersebut dinilai tidak akan terwujud.
“Ide mengenai keanggotaan yang dipercepat telah dibahas di Komisi Eropa. Hal itu tidak akan terjadi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Ukraina tetap harus melalui seluruh tahapan dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, sama seperti negara lain yang ingin bergabung.
BACA JUGA:Iran Siapkan Aturan Khusus Pelayaran di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS
BACA JUGA:AS Siapkan Ribuan Pasukan Tambahan ke Timur Tengah, Tekanan terhadap Iran Meningkat
“Kami berpendapat bahwa Ukraina harus memenuhi semua persyaratan, sebagaimana kami telah memenuhinya,” kata Sikorski.
Ukraina sendiri telah memperoleh status kandidat Uni Eropa sejak Juni 2022, dengan sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi sebelum memasuki tahap negosiasi penuh. Selanjutnya, pada Juni 2025, pertemuan antarpemerintah pertama antara Uni Eropa dan Ukraina diselenggarakan di Luksemburg sebagai langkah awal dimulainya proses negosiasi resmi.
Meski demikian, status kandidat maupun dimulainya negosiasi tidak otomatis menjamin keanggotaan. Beberapa negara seperti Turki, Makedonia Utara, Montenegro, dan Serbia telah lama menyandang status kandidat tanpa kepastian bergabung.
Sebagai perbandingan, Kroasia menjadi negara terakhir yang resmi masuk Uni Eropa pada 2013, setelah menjalani proses negosiasi yang berlangsung sekitar sepuluh tahun.*
Sumber: