Trump Sebut Pasukan AS Segera Tinggalkan Iran, Klaim Tujuan Militer Telah Tercapai
Trump Sebut Pasukan AS Segera Tinggalkan Iran, Klaim Tujuan Militer Telah Tercapai--Twitter
RADAR JABAR - Donald Trump menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat akan segera meninggalkan Iran dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan, yang menandai berakhirnya rangkaian serangan militer terhadap negara tersebut.
Dalam keterangannya kepada wartawan pada Selasa (31/3), Trump menegaskan bahwa keputusan untuk keluar dari Iran akan segera direalisasikan. Ia menyebut penarikan pasukan itu kemungkinan terjadi dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga minggu.
Trump juga menyinggung bahwa negara lain, seperti Prancis, tetap dapat mengakses sumber energi dari kawasan tersebut melalui Selat Hormuz tanpa keterlibatan Amerika Serikat. Menurutnya, negara-negara tersebut mampu menjaga kepentingannya sendiri, dan situasi di kawasan itu dinilai akan tetap aman meski tanpa kehadiran AS.
"Yang harus saya lakukan hanya meninggalkan Iran, dan kami akan segera melakukannya," kata Trump yang kami kutip dari laman Antara.
"Kami akan segera pergi," katanya, seraya menambahkan hal itu akan terjadi dalam "mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu."
"Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan melalui Selat (Hormuz). Mereka akan mampu membela diri sendiri. Saya pikir itu akan sangat aman, tetapi kami tak ada hubungannya dengan itu," katanya.
BACA JUGA:Penasihat Trump: AS Tak Ingin Konflik dengan Iran Berlarut Lebih dari Tiga Bulan
BACA JUGA:Trump Klaim Ada Pembicaraan Intens dengan Iran, Teheran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi
Sebelumnya, Amerika Serikat bersama Israel telah melancarkan serangan udara ke Iran sejak 28 Februari. Berdasarkan data pemerintah Iran, serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 1.340 orang. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta sejumlah lokasi yang menjadi basis aset militer AS di kawasan Teluk.
Di pihak Amerika Serikat, tercatat sedikitnya 13 prajurit tewas sejak konflik berlangsung. Selain korban jiwa, konflik ini juga berdampak pada sektor global, termasuk kenaikan harga energi dan terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan rute vital distribusi minyak dunia.
Trump turut mengklaim bahwa tujuan utama AS, yakni mencegah Iran memiliki senjata nuklir, telah berhasil dicapai. Ia menyatakan bahwa kemampuan militer Iran kini telah melemah secara signifikan akibat serangan yang dilakukan.
Menurutnya, Iran membutuhkan waktu antara 15 hingga 20 tahun untuk dapat membangun kembali kekuatan militernya. Trump juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak bergantung pada proses negosiasi, karena menurutnya Iran sudah mengalami kemunduran besar.
Lebih lanjut, Trump bahkan mengklaim telah terjadi perubahan rezim di Iran, merujuk pada kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Ia menyebut bahwa kepemimpinan baru di Iran kini berasal dari kelompok yang berbeda dan dinilai lebih moderat dibandingkan sebelumnya.
Sumber: