Krisis Pasokan BBM di Inggris, Harga Melonjak Akibat Gangguan Global
Ilustrasi-prostooleh-Freepik
RADAR JABAR - Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Inggris mengalami gangguan pasokan sementara pada Jumat (27/3), seiring lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu oleh ketidakseimbangan pasokan global dan peningkatan permintaan.
Situasi ini dipengaruhi oleh terganggunya distribusi energi dunia setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Dampaknya, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz—jalur vital perdagangan minyak dan gas global—hampir terhenti, sehingga menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga energi.
Di Inggris, harga bensin kini mencapai sekitar 1,5 paun (Rp33.800) per liter, naik sekitar 15 persen dibandingkan sebelum konflik. Sementara itu, harga solar tercatat sebesar 1,77 paun per liter.
CEO Asda, Allan Leighton, mengungkapkan bahwa sebagian kecil SPBU milik perusahaannya mengalami gangguan distribusi sementara. Ia menyebut lonjakan permintaan terjadi akibat fluktuasi harga yang tinggi.
BACA JUGA:Kanselir Jerman Ragukan Efektivitas Serangan AS-Israel terhadap Iran
BACA JUGA:G7 Desak Pembukaan Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Konflik
Menurutnya, permintaan BBM saat ini melampaui ketersediaan pasokan. Meski demikian, pihaknya terus berupaya menstabilkan kondisi dan memastikan distribusi kembali normal, walau gangguan mungkin masih terjadi selama proses pengiriman berlangsung.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri terus meningkat sejak serangan pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang wilayah Israel serta sejumlah negara seperti Yordania dan Irak, termasuk kawasan Teluk yang menjadi lokasi fasilitas militer AS.
Sumber: