Kanselir Jerman Ragukan Efektivitas Serangan AS-Israel terhadap Iran
Kanselir Jerman Friedrich Merz--ANTARA/Anadolu/py
RADAR JABAR - Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Jumat (27/3) menyampaikan keraguannya terhadap keberhasilan operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di Iran.
Dalam sebuah konferensi di Frankfurt, ia menyatakan tidak yakin langkah yang diambil kedua negara tersebut akan membuahkan hasil.
"Saya tak yakin apa yang dilakukan Israel dan AS saat ini benar-benar akan berhasil," ujarnya.
Ia juga mempertanyakan apakah terdapat strategi yang jelas serta apakah strategi itu dijalankan secara efektif.
BACA JUGA:G7 Desak Pembukaan Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Konflik
BACA JUGA:Parlemen Spanyol Setujui Paket Rp98 Triliun untuk Redam Dampak Perang Timur Tengah
"Dalam hal ini, situasinya bisa berlangsung lebih lama dan kemungkinan tidak akan membaik," tambahnya.
Merz menilai konflik ini berpotensi berlangsung lebih lama dan belum tentu membawa perbaikan situasi. Ia bahkan menyebut bahwa AS dan Israel semakin terlibat lebih dalam dalam konflik tersebut, tanpa jaminan mampu mengganti pemerintahan Iran apabila itu menjadi tujuan utama.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump memahami bahwa konflik dengan Iran bukan bagian dari operasi NATO, sehingga Jerman tidak dapat terlibat langsung.
Meski demikian, Jerman disebut siap membantu dalam bentuk koordinasi, seperti pengamanan di Selat Hormuz bersama negara lain apabila tercapai kesepakatan gencatan senjata.
BACA JUGA:Iran Siapkan Regulasi Pungutan Kapal di Selat Hormuz untuk Tambah Pendapatan Negara
BACA JUGA:Penasihat Trump: AS Tak Ingin Konflik dengan Iran Berlarut Lebih dari Tiga Bulan
"Namun, kami telah menawarkan untuk mengoordinasikan, misalnya, perlindungan militer di Selat Hormuz bersama pihak lain jika terjadi gencatan senjata," ujarnya.
Merz menegaskan bahwa setiap keterlibatan militer Jerman harus didasarkan pada mandat internasional, persetujuan parlemen Bundestag, serta keputusan kabinet. Namun, kondisi saat ini dinilai masih jauh dari memenuhi syarat tersebut.
Sumber: