Iran Ancam Respons Keras Jika AS Luncurkan Invasi Darat ke Teheran
Amir Hatami, Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran,-SoftWarNews-X
RADAR JABAR - Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi pasukan lawan jika Amerika Serikat mencoba melakukan invasi darat ke wilayah Teheran. Ia memperingatkan bahwa setiap upaya operasi militer di darat akan dibalas dengan tindakan tegas tanpa menyisakan ruang bagi musuh untuk selamat.
Dalam pernyataannya yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, IRIB, Hatami menekankan bahwa pihak militer telah diperintahkan untuk terus memantau setiap pergerakan pasukan AS secara detail.
“Jika musuh mencoba operasi darat, tidak seorang pun boleh selamat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kesiapan dalam merespons segala bentuk serangan dengan strategi yang telah disiapkan.
BACA JUGA:Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Konflik dengan AS Diperkirakan Segera Mereda
BACA JUGA:Uni Emirat Arab desak Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui langkah pembukaan Selat Hormuz
Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas musuh harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, serta diikuti dengan langkah-langkah taktis yang tepat waktu guna menghadapi potensi ancaman.
“Penting untuk memantau pergerakan dan tindakan musuh dengan sangat teliti dan sangat hati-hati, dari waktu ke waktu, dan untuk menerapkan rencana untuk melawan metode serangannya pada waktu yang tepat,” kata dia.
Ia juga menambahkan bahwa tujuan utama Iran adalah menghilangkan ancaman perang dari wilayahnya serta memastikan keamanan bagi seluruh rakyat.
“Bayang-bayang perang harus dihilangkan dari negara kita, dan keamanan harus ditegakkan untuk semua,” tambahnya.
Sementara itu, laporan dari The Washington Post menyebutkan bahwa Pentagon tengah mempertimbangkan kemungkinan operasi darat di Iran. Hal ini seiring dengan pengerahan ribuan pasukan Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah, meskipun keputusan akhir masih berada di tangan Presiden AS, Donald Trump.
BACA JUGA:Trump Sebut Pasukan AS Segera Tinggalkan Iran, Klaim Tujuan Militer Telah Tercapai
BACA JUGA:Indonesia Desak Investigasi Transparan atas Gugurnya Pasukan Perdamaian UNIFIL
Para pejabat Amerika Serikat menilai bahwa rencana tersebut berpotensi membuka fase baru dalam konflik yang dinilai jauh lebih berisiko dibandingkan tahap awal pertempuran. Diskusi internal Pentagon mencakup kemungkinan serangan terhadap Pulau Kharg, yang merupakan pusat utama ekspor minyak Iran, serta operasi di wilayah pesisir dekat Selat Hormuz untuk mengamankan jalur pelayaran.
Sumber: