Peringati Harganas sambut Generasi Emas DKPPB Gencarkan Program KB dan Booster

Peringati Harganas sambut Generasi Emas DKPPB Gencarkan Program KB dan Booster

Peringati Harganas sambut Generasi Emas DKPPB Gencarkan Program KB dan Booster--

Radarjabar.disway.id, BANDUNG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPB) Kota Bandung tengah mempersiapkan puncak pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Plaza Balai Kota. Kegiatan yang akan digelar pada 23 Juli mendatang ini akan dimeriahkan oleh beragam acara, termasuk menggencarkan program KB (keluarga berencana) dan vaksin booster.

“Selain peringatan acara secara seremonial, ada pemberian penghargaan, ada sedikit atraksi, dalam rangka menarik masyakakat untuk tau apa itu Harganas, dan mereka berbondong-bondong datang ke balaikota. Ada juga pelayanan untuk KB itu ada implan dan ilhood,” ujar Ketua DPPKB Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari kepada wartawan di Taman Sejarah Kota Bandung, Rabu (20/7).

“Kita juga gerai vaksinasi untuk percepatan booster, jadi 500 pengunjung akan diprioritaskan untuk booster dan KB, nanti caranya dengan memindai QR BJB, ada hiburan dari band dan penampilan dari anak-anak PAUD taruna Bakti. Itu BJB aja bukan bank lain,” tambahnya.

Petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, ujar Kenny, menjangkau pusat ke provinsi lalu ke kota/kabupaten. Namun, dalam penyampaian informasi khusus harus dikemas kembali. “Karena ini target audiensnya segmented. Ada ibu-ibu, remaja dengan segala problematikanya, lansia juga, jadi itu perlu dikemas sekreatif mungkin agar masuk dan nempel ke target audience kita,” jelasnya.

DPPKB, kata Kenny, sudah memiliki program yang tersusun dari pusat, karena ini merupakan program nasional. Pengemasan tinggl dimatangkan di masing-masing daerah. Menurutnya, Kota Bandung harus menjadi contoh terkait penguasaan menyampaikan informasi mengenai program keluarga berkualitas, pengurangan stunting.

 “DKPPB juga kerap menggencarkan edukasi, dan juga pelayanan untuk gizi. Kerja sama dengan PKK dan Posyandu juga turut menjadi perhatian khusus stunting itu adalah 1.000 hari pertama kehidupan. Kita akan kemas dengan lebih kreatif, agar nanti bisa dicontoh. Tentu ini harus melibatkan banyak pihak, komunitas misalnya,” bebernya.*** (Arv)

Sumber: Jabar Ekspres