Valentine Lebih Intimate, Meze Steakhouse Suguhkan Wood-Fire Dining Experience Berkelas
Valentine Lebih Intimate, Meze Steakhouse Suguhkan Wood-Fire Dining Experience Berkelas--
RADAR JABAR – Perayaan Hari Kasih Sayang tahun ini dibuat lebih intim dan berkelas oleh Meze Steakhouse. Restoran steak premium yang berlokasi di jantung Kota Bandung tersebut menghadirkan Chef Ivan’s Signature Full Course: A Valentine’s Dining Experience, sebuah konsep bersantap eksklusif yang dirancang untuk merayakan kebersamaan, kehangatan, dan kualitas rasa dalam satu rangkaian menu yang utuh.
Mengusung konsep wood-fire grill dining, Meze Steakhouse menawarkan pengalaman berbeda dari steakhouse pada umumnya. Setiap potongan daging dipanggang menggunakan perpaduan coffee wood dan apple wood charcoal, teknik yang menghadirkan aroma asap alami yang bersih dan menyatu langsung dengan karakter daging, tanpa menutupi rasa aslinya.
Pendekatan ini menegaskan filosofi Meze terhadap teknik memasak yang jujur dan presisi. Karakter daging tetap menjadi pusat perhatian juicy, lembut, dan berlapis rasa tanpa ketergantungan pada perasa buatan maupun bahan kimia tambahan.
BACA JUGA:Merambah Rasa Resmi Hadir di Bandung, Hadirkan Jamuan Rasa Nusantara
BACA JUGA:Brother Chang, Restoran Asia dengan Kisah Perjuangan Keluarga
Sebagai salah satu steakhouse premium di Bandung, Meze menempatkan kualitas daging sebagai fondasi utama. Restoran ini secara konsisten menggunakan daging impor premium asal Australia yang disajikan fresh, sebuah pendekatan yang hingga kini masih tergolong jarang diterapkan secara konsisten, khususnya di luar Jakarta.
Secara spesifik, Meze Steakhouse memilih Australian Wagyu dengan tingkat marbling MB 4–5. Skor marbling ini dinilai ideal untuk teknik wood-fire grill karena mampu menghadirkan keseimbangan antara kelembutan, juiciness, serta clean finish, sekaligus menjaga agar cita rasa daging tetap dominan dan tidak terasa berat.
Menu signature Meze Steakhouse pun mencerminkan standar tersebut, mulai dari Porterhouse Wagyu, Rump Wagyu, Picanha Wagyu, hingga Rib Eye Angus, yang masing-masing diproses dengan teknik pemanggangan presisi.
"Australian beef yang kami kurasi untuk Meze memiliki tekstur yang seimbang. Lemaknya cukup untuk membuat daging juicy dan 'meleleh', tapi tidak berlebihan. Jadi steak tetap ringan dan nyaman dinikmati dari awal sampai akhir course," kata Chef Ivan.
BACA JUGA:Kolaborasi Wall's & Kartika Sari Luncurkan Es Krim Brownies
BACA JUGA:Neduh Kopi: Bertahan di Tengah Pandemi, Tumbuh Lewat Inovasi dan Kedekatan dengan Pelanggan
Teknik wood-fire grill yang diterapkan Meze semakin mempertegas karakter rasa tersebut. Perpaduan coffee wood dan apple wood charcoal menghasilkan sentuhan asap yang earthy dengan sedikit nuansa manis, menciptakan clean smoky flavor yang terasa natural dan refined. Proses ini juga memicu caramelization alami di permukaan daging, membantu mengunci sari daging di dalam sekaligus memperkaya rasa tanpa membuat steak terasa terlalu berat.
Menariknya, pendekatan wood-fire grill di Meze tidak hanya diterapkan pada hidangan utama. Teknik ini juga dihadirkan hingga ke menu dessert, sebuah detail yang menunjukkan konsistensi konsep serta craftsmanship dapur Meze Steakhouse dalam mengolah api, rasa, dan tekstur.
Perjalanan Rasa dalam Set Menu Eksklusif Valentine
Sumber: