India–Kanada Sepakati Dialog Pertahanan dan Kerja Sama Uranium, Targetkan Perdagangan 50 Miliar Dolar AS

India–Kanada Sepakati Dialog Pertahanan dan Kerja Sama Uranium, Targetkan Perdagangan 50 Miliar Dolar AS

Ilustrasi-wirestock-Freepik

RADAR JABAR - India dan Kanada pada Senin (2/3) menggelar dialog pertahanan serta menyepakati sejumlah kerja sama strategis usai pertemuan bilateral di New Delhi. Pertemuan tersebut mempertemukan Perdana Menteri India Narendra Modi dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Setelah pembicaraan berlangsung, juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengungkapkan bahwa terdapat 25 hasil dan pengumuman yang dicapai kedua negara. Salah satu poin penting adalah peluncuran dialog pertahanan India–Kanada yang akan diformalkan sebagai mekanisme tetap.

Dalam pernyataan bersama, kedua pemerintah sepakat untuk melembagakan dialog tersebut sebagai wadah pertukaran pandangan mengenai kebijakan pertahanan, dinamika keamanan regional dan global, serta strategi masing-masing negara. Langkah ini diharapkan membuka peluang kolaborasi pertahanan yang lebih luas dan terstruktur di masa mendatang.

Selain sektor pertahanan, kerja sama juga diperluas ke bidang keamanan dan penegakan hukum. Berdasarkan pernyataan resmi pemerintah Kanada, Modi dan Carney berkomitmen mempererat koordinasi dalam menangani isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.

BACA JUGA:23 WNI Sempat Terjebak di Bandara Abu Dhabi, Dubes RI: Kini Seluruhnya Selamat

BACA JUGA:Gejolak Konflik Iran-AS-Israel, BI Kawal Rupiah Agar Sesuai Fundamental Ekonomi

Fokus utama mencakup pemberantasan peredaran narkoba ilegal, khususnya prekursor fentanil, serta penanggulangan jaringan kejahatan terorganisasi lintas negara.

Carney menegaskan bahwa Kanada akan terus mengambil langkah tegas untuk memerangi represi transnasional. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara dalam memperkuat stabilitas dan keamanan internasional.

Di sektor energi, kedua pihak menandatangani sejumlah nota kesepahaman, termasuk kontrak jangka panjang pasokan konsentrat bijih uranium dari Kanada ke India. Kementerian Luar Negeri India menyebut perjanjian ini sebagai langkah signifikan dalam mendukung ekspansi energi nuklir di dalam negeri.

Tak hanya itu, India dan Kanada juga menyepakati kerja sama di bidang mineral kritis, yang dinilai penting dalam mendukung transisi energi dan pengembangan teknologi masa depan.

Melalui unggahan di platform X, Jaiswal menyampaikan bahwa kedua negara menargetkan peningkatan perdagangan bilateral barang dan jasa hingga dua kali lipat menjadi 50 miliar dolar AS (sekitar Rp843,2 triliun) pada 2030. Sebagai catatan, nilai perdagangan bilateral India–Kanada pada 2024 tercatat sebesar 8,98 miliar dolar AS (sekitar Rp151,4 triliun).

 

India dan Kanada sendiri telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1947, dan kerja sama terbaru ini menandai babak baru dalam hubungan strategis kedua negara.*

Sumber: