Harga Emas Hari Ini di Indonesia Tembus Rp2,8 Juta per Gram
Ilustrasi-Robert Lens-Pexels
RADAR JABAR - Harga emas hari ini di Indonesia kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi investor dan pelaku usaha logam mulia. Berdasarkan pembaruan terbaru pada 11 April 2026, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di kisaran Rp2,86 juta sebelum pajak.
Sementara itu, setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen, harga jualnya mencapai sekitar Rp2,867 juta per gram.
Kenaikan harga emas ini biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga pergerakan harga emas dunia. Dalam beberapa waktu terakhir, logam mulia memang menjadi instrumen investasi yang cukup diminati karena dianggap aman di tengah ketidakpastian pasar.
Selain ukuran 1 gram, harga emas Antam untuk pecahan lain juga mengalami penyesuaian. Untuk ukuran 0,5 gram, harga dasar tercatat sekitar Rp1.480.000. Sementara itu, emas Antam ukuran 10 gram dijual di kisaran Rp28.095.000 sebelum pajak. Perbedaan ukuran biasanya memengaruhi harga per gram, karena pecahan kecil cenderung memiliki biaya produksi lebih tinggi.
BACA JUGA:Dividen Cair Hari Ini, Investor Ketiban Durian Runtuh Rp52,1 Triliun
BACA JUGA:Dari Dapur Rumah, UMKM Binaan BRI Ini Tembus Panggung Dunia di Singapura
Di pasar internasional, harga emas dunia atau spot XAU/USD berada di kisaran USD 4.688 hingga USD 4.713 per troy ounce pada perdagangan 8 Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa harga emas global masih berada di level tinggi. Kondisi ini ikut memberikan dampak langsung terhadap harga emas di dalam negeri, termasuk produk Antam dan berbagai logam mulia lainnya.
Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa harga emas tidak selalu sama di setiap tempat. Harga di butik Antam bisa berbeda dengan Pegadaian, Galeri 24, maupun toko emas lokal. Selisih harga biasanya dipengaruhi oleh biaya operasional, margin penjualan, hingga kebijakan masing-masing penjual.
Diketahui bahwa, perubahan harga emas juga dapat terjadi setiap hari mengikuti pergerakan pasar global dan fluktuasi kurs dolar AS. Karena itu, calon pembeli maupun investor disarankan untuk rutin memantau perkembangan harga sebelum melakukan transaksi.*
Sumber: