Easycash dan IA-SBM ITB Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa Lewat Kuliah Umum Bulan Fintech Nasional

Easycash dan IA-SBM ITB Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa Lewat Kuliah Umum Bulan Fintech Nasional

Easycash dan IA-SBM ITB Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa Lewat Kuliah Umum Bulan Fintech Nasional--Istimewa

RADAR JABAR, BANDUNG — Upaya meningkatkan pemahaman keuangan generasi muda kembali digaungkan lewat kolaborasi PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Ikatan Alumni Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (IA-SBM ITB). Bersama platform pindar PT Plus Ultra Abadi (UATAS) dan PT Smartec Teknologi Indonesia (Bantusaku), kolaborasi ini menghadirkan Kuliah Umum Edukasi Keuangan Pribadi di Kampus MBA SBM ITB, Jumat (28/11/2025).

Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Bulan Fintech Nasional yang diinisiasi Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH). Kegiatan ini menyasar mahasiswa S1 dan S2 SBM ITB dengan tujuan memperkuat literasi keuangan sejak dini, khususnya dalam kemampuan mengelola keuangan sebelum mereka terjun ke dunia profesional.

Tantangan ekonomi digital saat ini menuntut generasi muda untuk memahami risiko, menjaga keamanan data pribadi, hingga memulai kebiasaan finansial yang sehat.

Easycash Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan untuk Gen Z dan Milenial

Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menegaskan bahwa sebagai platform pinjaman daring (pindar) berizin dan diawasi OJK, Easycash memiliki tanggung jawab menghadirkan edukasi yang relevan bagi Gen Z dan milenial.

“Kemampuan memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan dan literasi digital kini menjadi kebutuhan esensial bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. Melalui kegiatan ini, Easycash ingin membantu mahasiswa/mahasiswi memahami manfaat dan risiko dari platform pindar, teori piramida perencanaan keuangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan digital,” ungkap Wildan.

Peningkatan literasi keuangan menjadi semakin mendesak. Meskipun Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 mencatat tingkat literasi mencapai 65,4 persen, angkanya masih tertinggal dari tingkat inklusi yang telah menembus 80,55 persen. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan meningkat, namun pemahaman mereka belum sepenuhnya matang.

BACA JUGA:Podomoro Park dan PT Shimizu Pembangunan Pratama Gandeng 6 Bank Nasional Hadirkan Hunian Hemat Berkelas Dunia

BACA JUGA:Hadirkan Explorise Pulse 2025, MDI Ventures Perkuat Kolaborasi Startup–BUMN untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital

IA-SBM ITB Soroti Tantangan Generasi Muda di Era Ekonomi Digital

Ketua Umum IA-SBM ITB, Novrizal Pratama, menilai rendahnya literasi dibandingkan inklusi keuangan menjadi tantangan besar bagi mahasiswa yang bersiap memasuki dunia kerja.

“Pengelolaan keuangan bukan hanya soal menabung, tetapi tentang memahami risiko, membuat perencanaan, serta mampu membedakan layanan yang aman dan legal dari layanan yang berpotensi merugikan,” kata Novrizal.

Ia menekankan bahwa kerja sama antara alumni, universitas, dan pelaku industri menjadi penting untuk mempersiapkan lulusan yang memahami dinamika ekonomi digital, manajemen risiko, serta keamanan layanan keuangan. Novrizal juga mengapresiasi Easycash yang bersedia hadir memberikan edukasi langsung kepada mahasiswa.

Easycash Perkenalkan Modul Bijak Keuangan (MOJANG)

Dalam sesi kuliah umum ini, Easycash memperkenalkan Modul Bijak Keuangan (MOJANG), materi literasi finansial praktis yang mencakup piramida perencanaan keuangan, metode budgeting 50-30-20, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga pentingnya reputasi kredit.

Wildan menjelaskan bahwa mahasiswa harus memahami realitas finansial sejak dini.

“Kita perlu bijak dalam menentukan pengeluaran apa yang harus kita lakukan. Karena dengan adanya inflasi, kebutuhan hidup akan selalu naik, sementara peningkatan pendapatan tidak secepat peningkatan biaya,” ujarnya.

Sumber: