Harga Emas April 2026 Diproyeksi Naik, Ini Perkiraan Terbarunya

Senin 30-03-2026,15:28 WIB
Reporter : Salma Sepina Nurdini
Editor : Salma Sepina Nurdini

RADAR JABAR - Harga emas per April 2026 diperkirakan akan naik. Hal tersebut menjadi perhatian investor, terutama menjelang periode baru.

Banyak pihak mencoba memprediksi arah pergerakan logam mulia ini, meskipun pada dasarnya tidak ada angka pasti yang bisa dijadikan patokan. Namun, berdasarkan berbagai analisis dan model forecast, tren harga emas diperkirakan masih akan bergerak naik dibandingkan akhir 2025 hingga awal 2026.

Secara global, beberapa platform prediksi menunjukkan optimisme terhadap kenaikan harga emas. Misalnya, LongForecast memperkirakan harga emas dunia berada di kisaran sekitar US$3.886 per ons troi pada awal April 2026.

Sementara itu, WalletInvestor memberikan proyeksi yang lebih tinggi, yakni sekitar US$5.009 per ons pada periode yang sama, dengan potensi kenaikan lanjutan hingga menembus US$5.500 per ons pada akhir tahun.

BACA JUGA:Aplikasi Penghasil Uang Yudia Masih Bayar atau Sudah Mulai SCAM? Berikut Fakta Terbarunya

BACA JUGA:KUR BRI 2026: Pinjaman 1 Juta – 50 Juta di Bulan Maret, Cicilan Ringan & Bunga Rendah!

Dari dua gambaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa harga emas global pada April 2026 diperkirakan minimal berada di atas US$3.800 per ons. Bahkan, dalam skenario yang lebih optimistis, harga bisa mendekati atau melampaui US$5.000 per ons.

Hal tersebut ini didorong oleh berbagai faktor, seperti ketidakpastian ekonomi global, inflasi, serta meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.

Sementara itu, harga emas di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kurs dolar AS terhadap Rupiah. Dengan asumsi nilai tukar berada di kisaran Rp16.500 hingga Rp16.900 per US$1, maka harga emas per gram di tahun 2026 juga diperkirakan ikut mengalami kenaikan.

Dalam skenario moderat, ketika harga emas global berada di sekitar US$4.500 per ons, harga emas di dalam negeri diprediksi berkisar antara Rp2,46 juta hingga Rp2,61 juta per gram.

Sementara itu, dalam skenario optimistis dengan harga emas global menyentuh US$5.000 per ons, harga emas bisa naik ke kisaran Rp2,74 juta hingga Rp2,9 juta per gram.

Untuk April 2026 sendiri, yang masih berada di paruh pertama tahun, harga emas lokal kemungkinan berada di antara batas bawah hingga tengah dari proyeksi tersebut. Artinya, harga emas batangan seperti Antam berpotensi berada di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp2,7 juta per gram, namun bisa berubah tergantung kondisi pasar saat itu.

Ada beberapa faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas. Salah satunya adalah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat.

BACA JUGA:Banyak yang Belum Tahu! Cek Rekomendasi Motor Matic Terbaik 2026

BACA JUGA:Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Pinjaman Rp10–100 Juta, Cicilan Mulai Segini

Jika suku bunga naik, biasanya harga emas cenderung tertekan karena investor beralih ke instrumen berbunga. Sebaliknya, jika suku bunga turun, emas menjadi lebih menarik.

Selain itu, kebijakan bank sentral, termasuk Bank Indonesia, juga berperan dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Inflasi global, kondisi geopolitik seperti konflik antarnegara, serta volatilitas kurs USD/IDR juga menjadi faktor utama yang bisa mendorong harga emas naik atau turun secara signifikan.

Penting untuk diingat bahwa semua angka yang disebutkan hanyalah prediksi berdasarkan model dan analisis yang ada saat ini. Kondisi pasar bisa berubah dengan cepat, sehingga harga emas pada April 2026 nantinya bisa saja berbeda dari perkiraan.

Meski begitu, tren jangka panjang emas yang cenderung naik membuatnya tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik. Bagi investor, memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga emas menjadi kunci agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak di tengah ketidakpastian pasar.*

Kategori :