Diketahui bahwa sebelumnya, tayangan TV menunjukkan ledakan kecil terus terjadi di pabrik yang terbakar. Kebakaran dilaporkan terjadi tanpa sebab yang diketahui di gedung beton tiga lantai seluas sekitar 2.300 meter persegi.
Petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api karena baterai litium yang terbakar sulit ditangani dengan metode konvensional.
Seorang saksi, yang melarikan diri dari lantai dua pabrik, mengatakan kepada Stasiun Pemadam Kebakaran Hwaseong bahwa ledakan terjadi di salah satu sel baterai saat kebakaran.
BACA JUGA:Sekjen PBB Desak Israel dan Lebanon untuk Hentikan Permusuhan
Petugas pemadam kebakaran mengatakan api menyebar dengan cepat karena sel baterai terus meledak, menyulitkan tim penyelamat untuk masuk dan melakukan pencarian. Setidaknya 35 ribu baterai diyakini berada di dalam pabrik.
Pemerintah mengadakan pertemuan darurat di Markas Besar Penanggulangan Bencana dan Keselamatan untuk membahas langkah-langkah meminimalkan korban jiwa.
Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Lee Sang-min meminta semua lembaga terkait dan pemerintah daerah untuk mengerahkan seluruh sumber daya dan personel yang tersedia untuk memadamkan api dan menyelamatkan korban.
Presiden Yoon Suk Yeol menginstruksikan Menteri Lee untuk melakukan segala upaya mencari dan menyelamatkan orang hilang dengan mengerahkan semua tenaga dan peralatan yang tersedia.*