Mengenal PT TMI yang Sempat Dibahas Anies dalam Debat Capres, Diduga Terlibat Pengadaan Alutista Negara

Rabu 10-01-2024,09:08 WIB
Reporter : Wanda Novi
Editor : Wanda Novi

RADAR JABAR - PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) didirikan oleh Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan, sebelumnya dikenal sebagai Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP), yang beroperasi di bawah Kementerian Pertahanan.

Mayor Jenderal TNI (Purn) Glenny Kairupan menjabat sebagai Komisaris Utama PT TMI. Perusahaan ini diakui oleh Anies Baswedan dalam debat calon presiden (capres), di mana Anies menyampaikan kekhawatiran terkait kemungkinan adanya 'orang dalam' atau 'ordal' dalam setiap proyek pengadaan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan.

Anies juga menyoroti keterlibatan PT TMI dan Prabowo Subianto dalam pengadaan alutsista di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan menilai bahwa tindakan tersebut tidak mematuhi standar etika seorang pemimpin.

Namun, Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak, membantah klaim pembelian alutsista oleh PT TMI. PT TMI didirikan sebagai perusahaan swasta nasional pada 14 Agustus 2020 dan memiliki status perseroan tertutup.

BACA JUGA:Singgung Lahan 340 Ribu Hektare Milik Prabowo, Anies Baswedan Dilaporkan ke Bawaslu

Perusahaan ini bergerak di sektor industri pengolahan, industri pesawat terbang beserta perlengkapannya, reparasi pemasangan mesin dan peralatan, serta reparasi produk logam pabrikasi, mesin, dan peralatan.

Produk Utama PT TMI

Selain itu PT TMI menawarkan empat produk utama yaitu:

1. Sistem pertahanan laut: Produk ini berfokus pada teknologi dan sistem pertahanan yang digunakan di lingkungan laut.

2. Sistem pertahanan udara: Produk ini mencakup teknologi dan sistem pertahanan yang digunakan di lingkungan udara.

3. Sistem pertahanan darat: Produk ini mencakup teknologi dan sistem pertahanan yang digunakan di lingkungan darat.

4. Inovasi dan teknologi: PT TMI juga berfokus pada pengembangan inovasi dan teknologi baru dalam bidang pertahanan dan keamanan.

Dalam upayanya, PT TMI bertujuan menjadi pelopor dalam manajemen teknologi militer dan penyedia solusi untuk berbagai kebutuhan misi yang berbasis pada teknologi dan perangkat lunak.

Menurut Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan, Mayor Jenderal Rodon Pedrason, seperti yang dilaporkan oleh tempo.com, partisipasi PT TMI dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tidak dilakukan tanpa alasan.

PT TMI berfungsi sebagai konsultan untuk membantu mencari alutsista terbaik dan memastikan ketidakberlanjutan dari sisi transfer teknologinya. Penting untuk dicatat bahwa PT TMI tidak memiliki kontrak langsung dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan)

Kategori :