RADAR JABAR - RSUD KHZ Musthafa di Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan tim khusus untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama libur panjang Lebaran. Langkah ini dilakukan agar pasien rawat jalan maupun masyarakat umum tetap bisa memperoleh layanan medis meski memasuki masa cuti bersama.
Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD KHZ Musthafa, Leni Mulyani, mengatakan pelayanan rawat jalan tidak akan sepenuhnya dihentikan selama masa libur Lebaran meskipun periode cuti berlangsung cukup lama.
Ia menjelaskan rumah sakit tetap menyediakan layanan kesehatan darurat seperti biasa, terutama melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi selama 24 jam untuk melayani pasien yang membutuhkan penanganan segera.
Selain itu, pihak rumah sakit menyiapkan strategi khusus bagi pasien rawat jalan selama masa liburan. Salah satunya dengan membuka satu poli khusus yang berfungsi sebagai pusat pelayanan berbagai keluhan medis melalui satu jalur layanan.
Poli tersebut rencananya akan beroperasi pada masa sebelum hingga sesudah Lebaran guna memastikan pasien tetap mendapatkan layanan yang diperlukan.
Menurut Leni, poli khusus ini akan melayani pasien yang membutuhkan kontrol rutin, seperti pasien pascaoperasi yang harus mengganti perban atau pasien dengan penyakit tertentu yang tidak boleh menghentikan konsumsi obat, misalnya penderita yang menjalani terapi obat kejang.
Untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien, rumah sakit juga menyiapkan tim cadangan yang tetap siaga dari rumah masing-masing. Tim tersebut dapat segera dipanggil apabila terjadi lonjakan pasien selama masa libur.
Ia menyebut tim cadangan atau “tim bayangan” tersebut disiapkan agar rumah sakit tetap mampu memberikan pelayanan optimal meskipun terjadi peningkatan kebutuhan layanan medis secara mendadak.
Di sisi lain, RSUD KHZ Musthafa juga tengah melakukan berbagai upaya peningkatan layanan dan penguatan fasilitas kesehatan. Salah satunya dengan menambah kapasitas tempat tidur secara bertahap.
Saat ini rumah sakit memiliki 248 tempat tidur dan menargetkan peningkatan menjadi 270 tempat tidur pada 2026, serta mencapai sekitar 300 tempat tidur pada 2027.
Selain pengembangan fasilitas fisik, rumah sakit juga berupaya memaksimalkan penggunaan peralatan medis berteknologi tinggi. Beberapa alat yang menjadi prioritas optimalisasi antara lain CT Scan, mamografi, dan panoramik.
Dengan langkah tersebut, pihak rumah sakit berharap seluruh perangkat medis yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat semakin optimal dan berkualitas.