Meski Terbatas, Difagana Buktikan Bisa Ikut Serta Dalam Evakuasi Korban Bencana

Minggu 23-10-2022,13:54 WIB
Reporter : sandika fadilah
Editor : Rita ariyanti

BOGOR- Penyandang disabilitas yang tergabung dalam Difabel Siaga Bencana (Difagana) ternyata bisa ikut andil dalam evakuasi warga saat terjadi bencana.

Difagana adalah Sebuah organisasi dibawah naungan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) yang menaungi para penyandang disabilitas untuk ikut serta dalam menanggulangi bencana.

Organisasi tersebut dibentuk pada 2017 silam bertempat di Jogjakarta yang bertujuan untuk membuktikan ketangguhan diri yang dimiliki para difabel.

"Difagana sama halnya dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana), hanya saja yang membedakan ialah anggota di dalamnya diisi oleh para penyandang disabilitas," ujar Sub Koordinator Pemenuhan Dasar, Pekerja Sosial Ahli Muda Korban Bencana Alam Kemensos RI, Fahri Isnanta kepada JabarEkpres.com Minggu 23 Oktober 2022.

Sebanyak 121 penyandang disabilitas tergabung dalam difagana ini serta mendapatkan materi pelatihan dengan anggota tagana pada umumnya.

"Para penyandang disabilitas ini mendapaptkan peran posisi dan tugas yang sama dengan temen-temen tagana yang memiliki fisik normal,"tambahnya

Anggota difagana kut terlibat langsung dalam seluruh fase penanggulangan bencana, baik dari kesiapsiagaan, tanggap darurat, maupun pada fase pemulihan dan penguangatan saat pasca bencana.

"Difagana pun turut serta berperan dalam operasi search and rescue (SAR), dengan ditunjang peralatan khusus untuk mendukung operasionalnya,"lanjutnya.

Selain itu, difagana pun turut serta berperan dalam operasi search and rescue (SAR), dengan ditunjang peralatan khusus untuk mendukung operasionalnya.

"Mereka terlibat langsung SAR, terlibat dalam perencanaan kontingen site plan dan pelayanan dapur umur tentunya dibekali fasilitas pendukung hingga akhirnya mampu mendukung operasional kita," bebernya.

Perlengkapan alat untuk evakuasi korban bencana yang disiapkan yaitu kendaraan roda empat, roda tiga, roda dua dan perlengkapan pendukung kebutuhan logistik yakni truk dapur umur lapangan serta truk tangki air.

Fahri Isnanta menceritakan, saat kejadian erupsi pada Gunung Merapi beberapa waktu lalu difagana menjadi barisan terdepan dalam membantu mengevakuasi korban dengan kendaraan khususnya mereka.

"Mereka sudah punya data para kelompok rentan yang ada, pada akhirnya bisa mereka jangkau untuk bisa dilakukan evakuasi dengan kendaraan motor modifikasi mereka,"jelasnya

Difagana sendiri kedepanya akan terus melebarkan sayapnya disejumlah wilayah di Indonesia dengan target 34 Provinsi.

" kami sedang mengupayakan difagana ini menjadi kekuatan utama dalam penangangan bencana berbasiskan inklusif di Indonesia,"pungkasnya (SFR)

Kategori :