Pergerakan Rupiah Hari Ini, 17 April 2026: Masih Tertekan di Kisaran Rp17.100–Rp17.200 per Dolar AS

Pergerakan Rupiah Hari Ini, 17 April 2026: Masih Tertekan di Kisaran Rp17.100–Rp17.200 per Dolar AS

Ilustrasi-jcomp-Freepik

RADAR JABAR - Harga dolar Amerika Serikat (USD) pada Jumat, 17 April 2026, kini masih menunjukkan tekanan di pasar. Berdasarkan data perdagangan terkini, kurs USD/IDR berada di kisaran Rp17.160 hingga Rp17.190 per dolar AS di pasar spot, dengan posisi terakhir sekitar Rp17.185 per USD.

Diketahui bahwa pada hari ini, rupiah dibuka di level sekitar Rp17.150 per dolar AS. Sepanjang sesi, pergerakan mata uang Garuda cenderung fluktuatif dengan rentang harian yang relatif sempit, yakni antara Rp17.160 hingga Rp17.192 per USD. 

Jika dibandingkan dengan kurs referensi Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah hari ini sedikit lebih lemah, dengan  data terbaru pada 16 April 2026, kurs tengah BI berada di sekitar Rp17.141 per USD. Sementara itu, kurs jual tercatat di kisaran Rp17.226 dan kurs beli sekitar Rp17.055 per dolar AS.

Perbedaan antara kurs pasar spot dan kurs referensi BI merupakan hal yang wajar, mengingat kurs BI digunakan sebagai acuan resmi, sedangkan kurs pasar dipengaruhi langsung oleh mekanisme permintaan dan penawaran di pasar valuta asing.

BACA JUGA:MAXUS Perluas Jaringan di Cikarang, Bidik Mobilitas Kawasan Industri

BACA JUGA:BRI Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa di Universitas Padjadjaran

Sejumlah analis memproyeksikan bahwa rupiah masih akan bergerak dalam tekanan pada hari ini, dengan kisaran perdagangan sekitar Rp17.100 hingga Rp17.200 per USD. Tekanan tersebut dipicu oleh berbagai faktor, baik dari sisi global maupun domestik.

Dari sisi global, sentimen terkait kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat serta kondisi ekonomi global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan dolar AS. Penguatan dolar secara global biasanya berdampak pada pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sementara itu, dari sisi domestik, pelaku pasar juga mencermati kondisi ekonomi dalam negeri, termasuk inflasi, neraca perdagangan, serta arus modal asing. Ketidakpastian di pasar keuangan global juga turut mendorong investor untuk cenderung memilih aset yang lebih aman seperti dolar AS.

 

Secara keseluruhan, pergerakan rupiah hari ini masih berada dalam tekanan namun relatif stabil dalam rentang tertentu. Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global dan kebijakan ekonomi yang dapat memengaruhi arah pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.*

Sumber: