Pemkab Bogor Ajak Warga Dukung Jalan Alternatif Sentul–Puncak II untuk Kurangi Macet

Pemkab Bogor Ajak Warga Dukung Jalan Alternatif Sentul–Puncak II untuk Kurangi Macet

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto-Foto : Sandika / bogorekspres-

RADAR JABAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendorong percepatan pembangunan jalan alternatif dari kawasan Taman Budaya, Sentul City menuju Puncak II sebagai solusi mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur utama Sentul.

Meski sempat menuai protes dari sebagian warga, dukungan terhadap proyek ini justru terus menguat, terutama dari masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut telah melalui prosedur resmi dan sesuai dengan ketentuan tata ruang yang berlaku.

Ia memastikan penggunaan lahan cadangan efektif di kawasan Vepasamo Sentul City merujuk pada site plan terbaru tahun 2023.

“Perubahan site plan merupakan bagian dari mekanisme perizinan resmi yang kewenangannya berada pada pemerintah daerah, sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, penyesuaian lokasi Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU), termasuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), dimungkinkan selama total luasnya tetap memenuhi ketentuan.

Menurutnya, yang terpenting adalah fungsi dan proporsi tetap terjaga, meskipun lokasi bisa bergeser.

PSU termasuk RTH itu bukan berarti satu titik lokasi tidak boleh berubah selamanya. Yang diatur oleh pemerintah adalah total luasnya tetap terpenuhi,” katanya.

Pemkab Bogor menilai pembangunan jalan alternatif ini tidak hanya akan mengurai kemacetan di ruas Jalan Siliwangi–MH Thamrin Sentul City, tetapi juga membuka akses ekonomi baru bagi desa-desa di sekitarnya.

“Ini untuk memudahkan masyarakat dan mempercepat mobilitas. Selain itu, dampaknya juga akan terasa pada pertumbuhan ekonomi warga sekitar,” tambahnya.

Sejumlah warga pun menyambut positif rencana tersebut. Ketua RT di Cluster Venesia, Tata Djuarsa, mengatakan mayoritas warga mendukung pembangunan jalan alternatif karena dinilai akan sangat membantu mobilitas, terutama saat akhir pekan.

“Kami sebagian besar menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Saat weekend, jalan MH Thamrin macet, jadi akses alternatif ini sangat membantu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Debby, yang menilai proyek ini sebagai langkah maju dalam mengatasi persoalan kemacetan.

“Ada kemajuan ini. Apalagi sudah melalui kajian pemerintah, jadi sangat positif untuk mengatasi kemacetan,” katanya.

Sementara itu, pihak pengembang Sentul City menyatakan komitmennya untuk mendukung program pemerintah daerah.

Mereka memastikan bahwa penggunaan lahan untuk pembangunan jalan telah sesuai dengan regulasi dan bukan merupakan kawasan RTH.

“Proses pemanfaatan lahan cadangan efektif ini sudah sesuai koridor hukum yang berlaku. Penetapan RTH ditentukan oleh dokumen tata ruang yang sah, bukan persepsi,” jelas perwakilan Sentul City, Maesa Putri.

Pihak pengembang juga mengaku telah membuka ruang komunikasi dengan warga untuk menyerap aspirasi dan menjaga kondusivitas lingkungan.

Dengan dukungan yang terus mengalir, Pemkab Bogor berharap proyek jalan alternatif SentulPuncak II tidak lagi menjadi wacana, melainkan segera terealisasi demi kepentingan publik yang lebih luas.

Sumber: