Sebanyak 1.142 Perantau Diberangkatkan Dalam Mudik Gratis Jateng 2026 dari Bandung
Sebanyak 1.142 Perantau Diberangkatkan Dalam Mudik Gratis Jateng 2026 dari Bandung --
RADAR JABAR, BANDUNG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis 2026 bagi warga perantau asal Jawa Tengah yang bermukim di Jawa Barat dengan memberangkatkan pemudik sebanyak 1.142 pemudik diberangkatkan dari Pangkalan Lanud Husein Sastranegara, Kota BANDUNG, Senin (16/3/2026).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jateng, sejumlah pemerintah daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah, serta berbagai lembaga pendukung. Para peserta diberangkatkan menggunakan 23 armada bus yang dikoordinasikan melalui Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, mengatakan program mudik gratis ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap para perantau agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman saat Idulfitri.
“Program mudik gratis ini kami hadirkan untuk membantu warga Jawa Tengah yang merantau agar bisa pulang kampung dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani biaya transportasi,” ujar Taj Yasin.
Ia menambahkan, program tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalur mudik sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan.
“Selain membantu masyarakat, program ini juga diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus mudik serta meningkatkan keselamatan di jalan,” tambahnya.
BACA JUGA:Pertamina Berangkatkan Lebih dari 5.000 Peserta dalam Program Mudik Bareng 2026
Sementara itu, Ketua Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya, Farhan Djuniadji, menjelaskan bahwa total 23 armada bus yang digunakan berasal dari berbagai sumber bantuan.
Rinciannya meliputi 11 bus dari Baznas Jawa Tengah, 7 bus dari Pemerintah Kabupaten Cilacap, 3 bus dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, serta 2 bus dari Baznas Banjarnegara.
Menurut Farhan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam program mudik tahun ini. Seluruh kru bus, mulai dari sopir, sopir cadangan hingga kernet, telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urin guna memastikan mereka dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh obat-obatan terlarang.
“Seluruh kru sudah melalui pemeriksaan kesehatan dan tes urin, sehingga dipastikan dalam kondisi fit untuk mengemudi selama perjalanan,” ujarnya.
Sumber: