Manfaatkan Mobile JKN, Anjuni Tetap Terlayani Meski Pindah Domisili

 Manfaatkan Mobile JKN, Anjuni Tetap Terlayani Meski Pindah Domisili

Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan rasa tenang tersendiri bagi Anjuni Maulia Hartantri (24).--

RADAR JABAR - Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan rasa tenang tersendiri bagi Anjuni Maulia Hartantri (24). Perempuan asal Bekasi ini kini tinggal di Sukabumi karena pekerjaan dan meskipun berpindah domisili, ia tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah dan nyaman.

Menurutnya, keberadaan teknologi seperti aplikasi Mobile JKN sangat membantu peserta seperti dirinya yang sering berpindah-pindah tempat tinggal.

Masalah kesehatan yang ia alami bermula dari rutinitas kerja yang menuntutnya berada di depan layar komputer dalam waktu lama. Awalnya ia hanya merasa sedikit pusing, namun lama-kelamaan keluhan itu berubah menjadi rasa nyeri kepala yang cukup mengganggu, bahkan penglihatannya mulai kabur. Tak ingin menunda lebih lama, Anjuni memutuskan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (faskes) tempat ia terdaftar.

“Awalnya saya sering merasa sakit kepala dan pandangan kabur, terutama saat melihat layar komputer terlalu lama. Saya pikir hanya kelelahan biasa karena pekerjaan. Tapi setelah berlangsung cukup lama dan makin parah, saya mulai khawatir dan memutuskan untuk periksa,” ujar Anjuni.

BACA JUGA:Kasus Kanker Serviks Tinggi, Masyarakat Didorong Revaksinasi HPV

BACA JUGA:Telkomsel Gelar Kompetisi Catur Nasional Chessnation 2025 di Bandung, Dukung Talenta Muda Indonesia

Sebagai peserta JKN kelas 1 yang sudah terdaftar sejak 2019, Anjuni mengaku sangat terbantu karena bisa langsung mengakses layanan tanpa memikirkan biaya. Ia mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk melakukan pemeriksaan awal terkait gangguan penglihatannya. Meski harus menunggu antrean cukup lama, ia merasa puas dengan pelayanan yang diberikan tenaga medis.

“Saya terdaftar sebagai peserta kelas 1 dan langsung datang ke FKTP untuk pemeriksaan. Walaupun antre cukup lama karena saat itu saya belum mengenal antrean online pada Mobile JKN, saya merasa pelayanannya baik” jelasnya.

Petugas medis yang menangani Anjuni memberikan penjelasan yang ramah dan rinci tentang keluhannya. Ia merasa didengarkan dan diarahkan dengan baik ke langkah selanjutnya. Dalam kondisi tersebut, pendekatan dokter membuatnya merasa lebih tenang.

“Petugas dan dokternya ramah serta informatif. Saya merasa dijelaskan dengan rinci tentang kondisi saya. Itu membuat saya tidak terlalu cemas menjalani proses selanjutnya,” katanya.

BACA JUGA:PLN Icon Plus Hadirkan Internet Gratis di Desa Cirea Kuningan, Dorong Akses Digital Masyarakat

BACA JUGA:Ketika Sakit Datang, Program JKN Jadi Harapan

Setelah pemeriksaan awal, Anjuni dirujuk ke rumah sakit untuk bertemu dokter spesialis mata. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengalami rabun jauh atau miopi dan memerlukan kacamata.

“Dokter menyampaikan bahwa mata saya memiliki minus. Itu menjelaskan kenapa pandangan saya semakin kabur. Saya kemudian diresepkan kacamata sebagai alat bantu penglihatan,” ucapnya.

Sumber: