Launching Pas Jabar dan Pasar Senja, Pemprov Jabar Harap Bisa Tumbuhkan Industri Kreatif

Launching Pas Jabar dan Pasar Senja, Pemprov Jabar Harap Bisa Tumbuhkan Industri Kreatif

Kegiatan Pas Jabar dan Pasar Senja yang dilaksanakan di UPI, Kota Bandung. Selasa (4/10).- Foto. Sandi Nugraha-

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi melaunching kegiatan ekonomi kreatif (Ekraf) bertemakan Pas Jabar dan Pasar Senin dan Jajaran (Pasar Senja) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung pada Selasa (4/10).

Progam kolaborasi antara Pemprov Jabar dan UPI ini, menurut  Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Jabar Benny Bachtiar,  pemerintah ingin mengompetisikan produk-produk kreatif dari para pelaku UMKM di Jabar.

"Karena kita sebagai bagian lokomotifnya untuk dipromosikan, bahwa produk-produk UMKM ini memiliki kelasnya sendiri, karena tadi pak gubernur (Ridwan Kamil) menyampaikan sekarang sebagian dari prodak UMKM banyak yang sudah layak dijual secara global," katanya

Tak hanya itu, dalam kegiatan ini juga Benny mengungkapkan bahwa setidaknya ada 15 UMKM kreatif yang telah berhasil dikurasi oleh pihaknya.

"Event (kegiatan) ini akan terus berlanjut sehingga pemprov akan terus mensupport kegiatan-kegiatan tersebut yang penting masyarakat bisa merasakan bahwa apa yang mereka (UMKM kreatif) lakukan ini terfasilitasi," ucapnya

Ditempat yang sama, Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku bahwa wilayahnya saat ini telah menjadi penyumbang sebesar 20 persen dari volume ekonomi kreatif di Indonesia.

Sehingga Emil sapaan akrabnya menambahkan, dengan adanya hal tersebut Pemerintah akan terus mengupayakan lewat berbagai macam inovasi untuk meningkatkan kualitas dari prodak ekonomi kreatif di Jawa barat.

"Salah satunya kita ingin bikin klasifikasi produk yang terbaik yang bisa kelas dunia itu bisa lewat Cap Jabar. Jadi produk luar biasa yang dikurasi yang nanti bisa dengan pede kita jadikan kebanggaan keseluruh dunia," ungkapnya.

Maka ia berharap, dengan adanya peningkatan tersebut dapat menjadi ekonomi unggulan terhadap anak-anak di generasi saat ini.

"Mudah-mudahan volume 20 persen yang udah paling gede se- indonesia kita tingkatkan lagi dan itu menjadi ekonomi unggulan anak-anak sekarang," pungkas Emil

(San).

Sumber: