Pemdes Mekarjaya Bogor Harap Angklung Gubrak Mendunia

Pemdes Mekarjaya Bogor Harap Angklung Gubrak Mendunia

Sejumlah seniman warga Cigudeg, Kabupaten Bogor memainkan musik Angklung Gubrak di area wisata alam kopi Desa Mekarjaya. -(Foto: Yudha Prananda/Istimewa)-

BOGOR, RadarJabar - Salah satu alat musik kesenian khas masyarakat Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 'Angklung Gubrak' menjadi salah satu cagar budaya lokal yang harus dipertahankan keberadaannya.

Untuk diketahui, Angklung Gubrak telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia, sebagai  Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage) pada 2021. 

Untuk itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Mekarjaya Kecamatan Cigudeg menegaskan akan terus memperkenalkan budaya Angklung Gubrak kepada seluruh masyarakat luas.

Kepala Desa Mekarjaya Ismail Abraham, menuturkan, hal itu sebagai upaya untuk mendorong budaya Angklung Gubrak agar bisa menjadi mata budaya Indonesia bahkan warisan budaya dunia.

Dia berharap budaya Angklung Gubrak dapat lebih dikenal oleh wisatawan dan masyarakat luas. Salah satu upayanya adalah dengan memadukan antara budaya Angklung Gubrak dengan wisata alam kopi Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor.

“Cara yang kami lakukan yaitu dengan mengombinasikan antara paket wisata kopi dengan budaya Angklung Gubrak. Jadi wisatawan tidak hanya dapat menikmati  kehangatan kopi Mekarjaya  yang menggoda selera, juga bisa menikmati alunan musik Angklung Gubrak  khas Sunda dan tariannya," katanya pada Jabar Ekspres, Rabu, 24 Agustus 2022.

"Dengan ini  kami berharap Angklung Gubrak ini bisa meningkat statusnya jadi mata budaya Indonesia dan jadi warisan budaya dunia. Besar harapan kami bisa dikukuhkan langsung oleh badan PBB, UNESCO," doanya.

Dia mengaku, bahwa Angklung Gubrak merupakan salah satu warisan budaya yang tumbuh dan berkembang di Cigudeg, bahkan jadi warisan budaya tertua di wilayah Cigudeg.

Karena katanya, sebelum adanya Belanda, Angklung Gubrag sudah ada dan menjadi salah satu ikon Kabupaten Bogor.

Untuk itu dirinya meminta agar masyarakat, khususnya warga Desa Mekarjaya Kecamatan Cigudeg berperan aktif dalam melestarikan seni dan budaya Sunda, salah satunya Angklung Gubrak melalui berbagai kegiatan, baik kegiatan seni budaya, kepariwisataan dan kegiatan lainnya.

Dengan harapan, Angklung Gubrak dapat dikenal oleh masyarakat luas baik nasional bahkan internasional, mengingat saat ini, perkembangan zaman dan perkembangan teknologi yang pesat itu berpengaruh terhadap tingginya penetrasi budaya luar masuk ke Indonesia.

"Mari kita terus jaga dan rawat tradisi seni  dan budaya Angklung Gubrak dengan baik. Agar desa ini tetap menjadi desa yang tradisional, tetapi berpenghasilan internasional, artinya wajah desa tapi penghasilan kota," dorongnya.

Sekedar informasi, bahwa Angklung Gubrak merupakan alat musik yang terbuat dari bambu memiliki panjang sekitar 50 hingga 100 sentimeter. 

Sumber: