Telkomsel Buka IndonesiaNEXT ke-10, Cetak Talenta AI Siap Hadapi Industri Digital Masa Depan

Telkomsel Buka IndonesiaNEXT ke-10, Cetak Talenta AI Siap Hadapi Industri Digital Masa Depan

Telkomsel Buka IndonesiaNEXT ke-10, Cetak Talenta AI Siap Hadapi Industri Digital Masa Depan--

RADAR JABAR – Kebutuhan talenta digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kian mendesak di tengah pesatnya transformasi industri. Menjawab tantangan tersebut, Telkomsel kembali menghadirkan program IndonesiaNEXT yang kini memasuki tahun ke-10 sebagai bagian dari komitmen pengembangan kapabilitas generasi muda Indonesia.

Mengusung tema “AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges”, IndonesiaNEXT dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri melalui pembelajaran yang aplikatif, relevan, serta berorientasi masa depan.

Program ini hadir dengan pendekatan unik berbasis peran, di mana peserta dibina sesuai minat dan potensi mereka sebagai Hustler (Project Manager), Hipster (UI/UX Designer), dan Hacker (Programmer). Pengembangan kompetensi dilakukan secara bertahap melalui Tech-Based Certification, Placement Test, Ideation Bootcamp, hingga Digitalent Academy.

Memasuki satu dekade penyelenggaraan, Telkomsel turut memperkuat kurikulum IndonesiaNEXT agar semakin adaptif terhadap perkembangan industri digital. Empat pembaruan utama dihadirkan, mulai dari Hackathon untuk mengasah kemampuan problem solving berbasis teknologi, Role-Oriented Tutoring yang menghadirkan simulasi dunia kerja nyata, Career Coaching untuk membuka akses jaringan industri, hingga sesi 1-on-1 Mentoring bersama para pakar berpengalaman.

BACA JUGA:bank bjb Raih Penghargaan SPPA 2025, Perkuat Peran di Pasar Keuangan

BACA JUGA:Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus

Langkah ini menjadi relevan mengingat kebutuhan talenta digital di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 400 ribu orang setiap tahun. Sementara itu, sekitar 70 persen perusahaan telah mulai mengadopsi teknologi AI dalam operasional bisnis mereka. Sayangnya, integrasi AI dalam kurikulum pendidikan tinggi masih tergolong terbatas, sehingga memunculkan kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan lulusan.

General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel, Anandoz Bangsawan, menegaskan pentingnya peran program ini dalam mencetak talenta unggul.

“Telkomsel berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan talenta digital Indonesia melalui IndonesiaNEXT. Program ini kami rancang untuk membekali generasi muda dengan pembelajaran berbasis AI yang aplikatif, eksposur langsung terhadap perspektif industri, serta proses pendampingan yang konsisten dan terarah, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi terbaik dan berkontribusi nyata di ekosistem digital nasional,” ujarnya.

IndonesiaNEXT tahun ke-10 juga dirancang lebih selektif dengan fokus pada pengembangan individu terbaik di masing-masing peran. Peserta akan melalui berbagai tahapan sertifikasi lanjutan dan tantangan kompetitif, hingga akhirnya terpilih sebagai The Best Hustler, The Best Hipster, The Best Hacker, serta tim dengan solusi paling inovatif.

Rangkaian program dimulai melalui kegiatan IndonesiaNEXT Goes to Campus yang telah digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 14 April 2026. Dalam sesi DigiTalks, peserta mendapatkan wawasan langsung dari praktisi industri dan alumni, termasuk tim terbaik IndonesiaNEXT ke-9, PennyWise, serta sejumlah akademisi dan pelaku industri digital.

BACA JUGA:Telkom–PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Roadshow ini akan berlanjut ke sejumlah kampus ternama lainnya, seperti Universitas Gadjah Mada pada 30 April 2026, BINUS University Bekasi pada 7 Mei 2026, dan Universitas Brawijaya pada 12 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi upaya Telkomsel untuk mendekatkan akses pengembangan talenta digital langsung ke lingkungan mahasiswa.

Sejak pertama kali digelar, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96 ribu mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di 38 provinsi. Program ini juga telah melahirkan lebih dari 9 ribu talenta digital bersertifikasi yang siap bersaing di industri.

Sumber: