Program Jabar Smile, Ajak Masyarakat Beralih ke Energi Terbarukan

Program Jabar Smile, Ajak Masyarakat Beralih ke Energi Terbarukan

PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat tengah memukul gendang terkait rangka peresmian kerja sama dengan berbagai pihak dalam acara Festival Jabar Smile, di Kiara Artha Park, Jl. Banten, Minggu (17/7).- (Deni Armansyah/Jabar Ekspres)-

BANDUNG – Melalui Program Jabar Smile, PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat menggandeng beberapa pihak untuk mengajak masyarakat beralih ke energi terbarukan. Pelayanan bundling kelistrikan dan produk berbasis tenaga listrik diperkenalkan kepada masyarakat untuk mendukung program transisi energi.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Agung Nugraha memaparkan bahwa pihaknya telah menandatangani beberapa perjanjian kerja sama dengan mitra Jabar Smile terbaru. Mitra tersebut akan bersinergi dalam peralihan produk dan kendaraan listrik di Jawa Barat.

“Program kendaraan listrik nasional ini bukan hanya program PLN saja, ini program pemerintah termasuk dengan Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat. Penyediaan infrastruktur untuk kendaraan listrik SPKLU itu juga disediakan pemilik merek (kendaraan listrik),” ujarnya kepada wartawan seusai menghadiri Jabar Smile Festival di Kiara Artha Park, Jl. Banten, Kota Bandung, Minggu (17/7).

Dia menambahkan, ketersediaan listrik PLN Jawa Barat cukup melimpah untuk mendukung peralihan masyarakat ke kendaraan listrik dan produk berbasis energi listrik lainnya. Bahkan cadangan energi lsitrik mencapai 40 persen.

“Jadi kami perhitungkan sampai 2024 kendaraan listrik maupun peralatan listrik yang masuk itu Insya Allah tidak ada masalah,” tuturnya.

Terlebih, saat ini PLN Jawa Barat memiliki lima Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), dan menargetkan menambah di tiga lokasi. Yaitu Istana Bogor, Unit PLN di Bekasi, dan satu SPKLU akan ditentukan oleh Dinas ESDM Jawa Barat. Tak hanya itu, Tasikmalaya dan Jatinangor juga menjadi pertimbangan untuk pembangunan SPKLU.

Agung menjelaskan, bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan energi listrik dalam perjalanan. Pasalnya, kendaraan listrik memiliki daya tempuh yang jauh dalam satu kali pengisian daya.

“Karena kendaraan listrik ini ‘kan berbeda. Mobil Hyundai itu sekali cas dia bisa 400 KM daya tempuh. Jadi sebetulnya masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan baterai di jalan. Itulah sebabnya kenapa infrastruktur (SPKLU) itu tidak harus seperti SPBU, ada di setiap 2 Kilometer. Kalau motor itu bahkan di Alfamart Indomaret juga bisa,” tegasnya.

Pada acara yang sama, Kepala Dinas ESDM Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih, menuturkan penggelaran program Jabar Smile ini merupakan upaya untuk menggandeng masyarakat beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saat ini kondisi bumi tidak baik- baik saja. Sudah terjadi pemanasan global, perubahan iklim, cadangan minyak juga sudah menurun. Tentunya saat inilah kita harus sudah mulai beralih  menggunakan energi yang ramah lingkungan,” imbuhnya.

Program ini, kata dia, telah diinisiasi sejak 2020. Rencana pembangunan SPKLU di seluruh wilayah Jawa Barat tengah dimatangkan oleh PLN Jawa Barat dengan menggandeng kerjasama dengan  pihak BUMD.

“Kebanyakan blank spot (SPKLU) itu di Jabar Selatan, kalau di Jabar Utara itu sudah aman. Insya Allah sudah cukup kuat mulai dari wilayah Jakarta-Bekasi sampai ke Cirebon-Bandung itu sudah ada. Kemudian kami juga mengisi beberapa blank spot itu di wilayah Tasik, Sukabumi, dan lainnya,” jelas Ai. Pihaknya akan menyediakan dua sampai empat SPKLU, namun bersifat portabel. Hal itu diharapkan bisa membantu kendaraan listrik dalam keadaan darurat.

Ai memaparkan, Jawa Barat ditargetkan memiliki 500 ribu unit kendaraan listrik pada 2050. Hal itu tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) Jawa Barat. “Insya Allah di tahun depan kita juga mulai lagi untuk menggunakan kendaraaan listrik. Sudah disetujui ada 23 perangkat daerah yang akan mulai menggunakan walaupun mungkin saat ini sistemnya masih sewa,” kata dia.

Dia menambahkan, sekretariat, biro, beberapa dinas teknis terkait, dan anggota dewan di Jawa Barat diharapkan bisa menggunakan kendaraan listrik pada 2023.  Sosialisasi kepada masyarakat pun kerap digencarkan. “Untuk meyakinkan bahwa ekosistem kendaraan listrik di Jawa Barat sudah terpenuhi dan kami akan menyiapkan infrastruktur pendukung,” tandas Ai.

Sumber: