Hindari Berboncengan dengan Memegang Behel Belakang Sepeda Motor
Hindari Berboncengan dengan Memegang Behel Belakang Sepeda Motor --
RADAR JABAR, BANDUNG – Postur berkendara pembonceng memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sepeda motor saat berkendara. Namun, masih banyak pembonceng yang memiliki kebiasaan memegang besi behel motor di bagian belakang. Padahal, posisi ini kurang tepat dan dapat mempengaruhi stabilitas kendaraan saat digunakan di jalan.
Besi behel yang berada di bagian belakang sepeda motor pada dasarnya bukan dirancang sebagai pegangan utama bagi pembonceng saat berkendara. Komponen tersebut lebih berfungsi untuk membantu pengendara saat memindahkan atau memarkirkan sepeda motor agar lebih mudah dikendalikan.
Berikut beberapa alasan mengapa pembonceng tidak disarankan memegang behel belakang saat berkendara:
1. Mengganggu Keseimbangan Sepeda Motor
Saat pembonceng memegang behel belakang, posisi tubuh cenderung menjauh dari pengendara sehingga pusat keseimbangan berubah dan sepeda motor menjadi lebih sulit dikendalikan.
2. Mengurangi Respons Saat Bermanuver
Ketika sepeda motor berbelok, pembonceng seharusnya mengikuti arah gerakan tubuh pengendara. Jika memegang behel belakang, tubuh cenderung kaku sehingga sulit menyesuaikan pergerakan kendaraan.
3. Posisi Duduk Menjadi Kurang Stabil
Pegangan yang berada jauh di belakang membuat pembonceng lebih mudah terdorong ke belakang saat akselerasi dan kurang stabil saat pengereman.
Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, pembonceng disarankan untuk menjaga postur yang tepat saat berkendara. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain duduk tegak dan tidak terlalu jauh dari pengendara, memegang bagian pinggang atau bahu pengendara, menempelkan lutut secara ringan pada sisi motor, serta memastikan kedua kaki bertumpu pada footstep yang tersedia.
BACA JUGA:Program 'Paket Siap' dari DAM, Servis Motor Matic Honda Lebih Hemat dan Nyaman
BACA JUGA: Ikatan Motor Honda Indramayu Gelar Kopdargab dan Santunan Anak Yatim
Sumber: