Dahlan Iskan: Pemimpin Harus jadi Alarm saat Krisis
DISKUSI PARAMADINA: (dari kiri) Prof Dr A. Badawi Saluy, Dahlan Iskan, dan Prof Dr Didik Rachbini usai Seminar Publik di Universitas Paramadina, Selasa 5 Mei 2026--
Pengalaman serupa juga ia terapkan saat memimpin PLN periode 2009–2011. Meski mengaku tidak memahami bisnis kelistrikan di awal, Dahlan memilih belajar dari internal perusahaan.
Namun, ia mengajukan syarat tegas saat diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memimpin PLN. Ia ingin menentukan sendiri jajaran direksi.
“Saya tidak mau ada direktur titipan. Harus satu komando,” tegasnya.
Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, menilai pengalaman Dahlan penting sebagai bahan pembelajaran manajemen.
“Transformasi di PLN bisa dikaji secara akademis sekaligus praktis,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama jumlah doktor di Indonesia.
“Negara maju memiliki lebih dari satu persen penduduknya doktor. Itu penting untuk inovasi dan daya saing,” katanya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Ahmad Badawi Saluy, menyebut kehadiran tokoh seperti Dahlan memberi nilai tambah bagi dunia akademik.
Sumber: dahlan iskan