BRI dan YBM BRILian Region 9 Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sukabumi
BRI dan YBM BRILian Region 9 Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sukabumi--
RADAR JABAR, Sukabumi, 30 Oktober 2025 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Cisolok dan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILian Region 9 menyalurkan bantuan tanggap darurat bencana pada Kamis (30/10).
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Pemimpin Cabang BRI BO Cibadak, Yoga Setyawan, kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Eki Radiana Rizky, M.Si., di Posko Tanggap Darurat Bencana Cisolok.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, paket sembako, perlengkapan bayi, alat kebersihan, air mineral, serta survival kit, yang kemudian akan disalurkan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
> “Kami turut berduka atas musibah yang menimpa masyarakat di Sukabumi. Melalui kolaborasi BRI dan YBM BRILian Region 9, kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban para korban serta mempercepat proses pemulihan di lapangan,” ujar Yoga Setyawan, Pemimpin Cabang BRI BO Cibadak.
BACA JUGA:Bank BRI Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa Lewat Program Desa BRILiaN
Ia menegaskan bahwa BRI tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
> “BRI senantiasa berkomitmen hadir untuk negeri, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit akibat bencana alam. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk membantu sesama,” imbuhnya.
Ribuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Senin (27/10) menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah titik di Kecamatan Cisolok dan Cikakak.
Lebih dari 1.000 kepala keluarga atau sekitar 3.000 jiwa terdampak, dengan ratusan rumah terendam dan sebagian warga terpaksa mengungsi. Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 27 hingga 31 Oktober 2025.
Sumber: