Dorong ASN Hemat Energi, Bupati Bogor Berlakukan WFH Setiap Hari Jumat

Dorong ASN Hemat Energi, Bupati Bogor Berlakukan WFH Setiap Hari Jumat

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, resmi terbitkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home/WFH setiap Jumat bagi ASN di Pemkab Bogor.--jabarprov.go.id.

RADAR JABAR DISWAY – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, resmi menerbitkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home/WFH setiap hari Jumat untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

 

Menjadi respons atas eskalasi krisis global dan kenaikan harga energi, kebijakan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Nomor 000.8.3/578-ORG tertanggal 27 Maret 2026.

 

Menurut Rudy, WFH adalah langkah adaptif Pemkab Bogor dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja serta efisiensi energi.  Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis guna menghadapi dampak krisis global, terutama di sektor energi.

 

“Kami ingin memastikan kinerja ASN tetap optimal, namun juga mampu berkontribusi dalam penghematan energi secara nyata,” ucapnya, dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Senin (30/3).

 

ASN melaksanakan tugas secara WFH setiap Jumat, sedangkan hari kerja lainnya tetap dilakukan di kantor alias Work From Office/WFO, demikian mengacu pada Surat Edaran itu. Kebijakan ini mulai diterapkan seusai libur dan cuti bersama Lebaran 2026.

 

BACA JUGA:Wali Kota Dedie Rachim Tinjau Kesiapan Pasar Jambu Dua guna Relokasi Sekitar Pasar Bogor

BACA JUGA:Survei LS Vinus 1 Tahun Rudy Susmanto-Ade Ruhandi: Kinerja Pemkab Bogor Tinggi

 

Layanan yang bersifat esensial seperti rumah sakit, transportasi, keamanan, dan penanggulangan bencana tetap berjalan normal di kantor, kendati menerapkan sistem kerja fleksibel.

 

Rudy mengatakan bahwa fleksibilitas kerja pantang sampai mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

“Pelayanan publik adalah prioritas utama, Oleh karena itu, unit layanan esensial tetap wajib beroperasi penuh, dan seluruh ASN harus tetap menjaga standar pelayanan yang prima kepada masyarakat,” tegas dia.

 

Selain pengaturan kerja, Pemkab Bogor menerapkan kebijakan efisiensi energi di lingkungan perkantoran, mulai dari memakai peralatan listrik hemat energi dan mematikan lampu yang tidak digunakan.

 

Lalu juga optimalisasi cahaya matahari melalui penataan ruang kerja, penghematan penggunaan air dan alat tulis kantor (ATK), sampai pengaturan suhu AC minimal 24 derajat Celcius.

 

BACA JUGA:DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor akan Deklarasikan Bupati Bogor Rudy Susmanto 2 Periode saat Ramadan

BACA JUGA:Pemkab Bogor Terus Imbau Pelajar Agar Tidak Tawuran

 

Pemkab Bogor juga mendorong perubahan pola mobilitas ASN supaya lebih ramah lingkungan sekaligus menekan konsumsi bahan bakar. Hari Senin, Selasa, dan Kamis, ASN dianjurkan menggunakan kendaraan dinas secara bersama atau kendaraan kolektif (carpooling).

 

Sementara pada Rabu memanfaatkan transportasi publik, tidak menggunakan mobil pribadi atau mobil dinas, dianjurkan menggunakan sepeda motor, sepeda, dan jalan kaki.

 

“Kami ingin membangun budaya hemat energi di lingkungan ASN, mulai dari hal sederhana seperti pengaturan penggunaan listrik hingga perubahan pola transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” kata Rudy.

 

ASN juga tetap diwajibkan melakukan absensi dan pelaporan kinerja via aplikasi SiCantik serta siap hadir ke kantor jika ada tugas mendesak demi memastikan kebijakan ini berjalan maksimal.

 

Bupati Rudy menegaskan bahwa kedisiplinan ASN tetap menjadi kunci utama keberhasilan kebijakan ini.

 

“WFH bukan berarti menurunkan disiplin. Justru ASN dituntut lebih profesional, bertanggung jawab, dan tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk siap hadir jika diperlukan,” tandasnya.

 

Kebijakan itu jadi bukti komitmen Pemkab Bogor dalam menghadapi tantangan global dengan langkah konkret yang tak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, namun juga mendukung upaya pelestarian lingkungan.

 

“Kami ingin kebijakan ini menjadi bagian dari gerakan bersama, tidak hanya untuk efisiensi, tetapi juga sebagai kontribusi daerah dalam menghadapi tantangan global dan menjaga keberlanjutan lingkungan.” Pungkasnya.

Sumber: