RADAR JABAR - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis (9/4) mengumumkan telah menetapkan jalur pelayaran alternatif di Selat Hormuz. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi ancaman ranjau laut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Angkatan Laut IRGC menyebut kondisi di Teluk dan Selat Hormuz saat ini berada dalam situasi yang menyerupai keadaan perang. Mereka juga memperingatkan kemungkinan adanya ranjau laut di jalur utama pelayaran, sebagaimana dilaporkan oleh Mehr News Agency yang turut menyertakan peta rute alternatif tersebut.
Seluruh kapal yang melintasi kawasan strategis itu diwajibkan mengikuti rute baru tersebut hingga ada pemberitahuan selanjutnya. Kapal-kapal juga diminta untuk berkoordinasi dengan Angkatan Laut IRGC demi menjamin keselamatan perjalanan serta menghindari risiko ranjau laut.
BACA JUGA:Starmer dan Pangeran Saudi Bahas Iran dan Pembukaan Selat Hormuz
BACA JUGA:Trump Usul AS Pungut Biaya Kapal di Selat Hormuz, Bukan Iran
Dalam pernyataannya, AL IRGC menegaskan bahwa kondisi keamanan di kawasan tersebut mengharuskan semua kapal mematuhi jalur navigasi alternatif yang telah ditetapkan.
Untuk kapal yang masuk, rute diarahkan dari Teluk Oman ke arah utara, melewati Pulau Larak, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Teluk. Sementara itu, kapal yang keluar dari Teluk diminta melintasi jalur selatan Pulau Larak sebelum menuju Teluk Oman.
Situasi di Selat Hormuz sendiri masih belum sepenuhnya stabil. Meski Iran sempat menutup jalur tersebut, kini pembukaan dilakukan secara terbatas setelah adanya pengumuman gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat.
Di sisi lain, sumber dari pemerintah Pakistan menyebutkan bahwa delegasi dari Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar pembicaraan langsung di Islamabad. Pertemuan ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari.
Negosiasi yang direncanakan dimulai pada Sabtu tersebut diperkirakan akan berlangsung lebih dari satu hari.