Sebagai pedagang yang telah memiliki pelanggan tetap, Noneng mengaku masih bisa mengandalkan pembeli langganannya. Bahkan, pada hari-hari tertentu, dagangannya sudah habis sebelum siang.
Situasi berbeda mungkin dialami pedagang yang baru menempati kawasan tersebut. Mereka masih membutuhkan waktu untuk memperkenalkan dagangan dan membangun pelanggan.
"Kalau saya, alhamdulillah, sudah punya pelanggan tetap. Tapi untuk pedagang yang baru berjualan, mungkin masih perlu waktu agar dikenal masyarakat," ungkapnya.
Noneng berharap pemerintah turut mempromosikan kawasan PKL Tamansari agar semakin ramai dikunjungi masyarakat.
Ia juga membayangkan kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat membeli makanan, tetapi juga ruang berkumpul yang hidup dengan berbagai kegiatan.
Menurutnya, pertunjukan seni, musik langsung, hingga kegiatan senam dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.
Dengan semakin ramainya kawasan, para pedagang diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha.
Di tengah perubahan tempat berjualan, Noneng tetap berkomitmen menjaga harga kupat tahu yang dijualnya agar tetap terjangkau pelanggan.
Baginya, kenyamanan tempat usaha harus berjalan seiring dengan menjaga kepercayaan pembeli yang selama ini menjadi penopang penghasilan keluarga.
Bagi Noneng, penataan kawasan PKL Tamansari bukan sekadar perubahan wajah kota. Di balik gerobak dan lapak yang lebih tertata, ada harapan sederhana untuk terus mencari nafkah dengan lebih baik.
Ia berharap seluruh pedagang yang menempati kawasan tersebut dapat berkembang dan merasakan manfaat penataan.
"Mudah-mudahan ke depannya perekonomian dan perdagangan semakin meningkat. Semoga semua pedagang bisa maju dan sukses," katanya.
Noneng juga mengajak masyarakat yang belum memiliki pekerjaan untuk mencoba berjualan, terlebih jika tersedia fasilitas yang mendukung.
"Daripada tidak bekerja, lebih baik berjualan. Sedikit demi sedikit, hasilnya bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menambah penghasilan keluarga," tuturnya.
Dari lapak sederhana yang dahulu berdebu hingga gerobak baru di kawasan yang lebih tertata, kisah Noneng menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berusaha dapat menghadirkan harapan besar bagi kehidupan keluarga kecil.