Lapak Baru Jadi Angin Segar bagi PKL Tamansari

Senin 02-11-2026,15:28 WIB
Reporter : Sri Maulani
Editor : Sri Maulani

RADAR JABAR – Sebelum matahari meninggi, Noneng Nuryani sudah sibuk melayani pembeli kupat tahu Singaparna. Bagi pedagang yang telah lama menggantungkan hidup dari usaha kecilnya ini, pagi adalah waktu penting untuk meraup rezeki.

Namun, ada yang berbeda dari tempatnya berjualan sekarang. Jika dahulu ia harus berjibaku dengan debu dan tanah becek, kini Noneng bisa berjualan di kawasan PKL Tamansari, Kota Bandung, dengan fasilitas yang lebih tertata.

Perubahan itu membawa kebahagiaan tersendiri bagi Noneng. Bukan hanya karena tempat berjualan menjadi lebih nyaman, tetapi juga karena ia mendapatkan gerobak secara gratis untuk menunjang usahanya.

"Saya sangat bersyukur. Dulu waktu pertama kali jualan di sini, tempatnya tidak seperti sekarang. Kurang strategis, masih berupa tanah merah, banyak debu, dan kalau hujan becek," kenangnya.

Bagi sebagian orang, gerobak mungkin hanya sarana berjualan. Namun, bagi pedagang kecil seperti Noneng, bantuan tersebut berarti penghematan modal sekaligus kesempatan untuk menjalankan usaha dengan lebih baik.

"Alhamdulillah sekarang dapat bantuan tempat yang nyaman dan gerobak gratis. Kalau di rumah, kita harus membawa gerobak sendiri. Di sini sudah disediakan," ujarnya.

Kawasan PKL Tamansari menjadi salah satu ruang usaha yang ditata untuk memberikan tempat berjualan lebih layak bagi pedagang.
Sebelum penataan, lapak-lapak di kawasan tersebut masih sederhana. Sebagian pedagang menggunakan terpal untuk melindungi barang dagangan, sementara kondisi tanah membuat aktivitas berjualan kurang nyaman ketika cuaca berubah.

Kini, kawasan tersebut mulai berubah. Gerobak yang tertata dan fasilitas pendukung menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan berdagang yang lebih rapi.

Bagi Noneng, penataan ini bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Ia justru menyambut baik ketika pemerintah mengajak para pedagang berdiskusi mengenai rencana pembenahan kawasan.

"Yang penting kita datang dalam keadaan bersih dan pulang juga bersih. Alhamdulillah, pedagang di sini bukan digusur, tetapi justru ditempatkan kembali di lokasi yang lebih rapi," tuturnya.

Ia juga memastikan bahwa fasilitas yang diterimanya tidak dipungut biaya. Gerobak, tempat sampah, hingga lampu disediakan untuk mendukung aktivitas para pedagang.

Dari 20 Pedagang Menuju 60 Lapak

Penataan kawasan PKL Tamansari dilakukan secara bertahap. Dari sekitar 60 pedagang yang direncanakan menempati kawasan tersebut, sekitar 20 pedagang telah bergabung.

Sebanyak 40 pedagang lainnya direncanakan menyusul dari kawasan Jamplas. Penempatan secara bertahap diharapkan membuat proses penataan berjalan lebih teratur sekaligus memberikan ruang bagi pedagang untuk beradaptasi.

Namun, bagi Noneng, menyediakan tempat berjualan yang nyaman saja belum cukup. Kawasan tersebut juga perlu dikenal masyarakat agar semakin banyak pengunjung yang datang.

Kategori :