RADAR JABAR —Pengamat Kebijakan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan menilai program Light Up the Dream (LUTD) yang dijalankan PLN, termasuk di PLN UID Jawa Barat, dapat membantu memperluas akses listrik bagi masyarakat prasejahtera, tetapi keberlanjutannya perlu diperkuat.
“Bantuan bagus, tapi bukan satu-satunya solusi. Jadi ini sekadar temporer. Khawatirnya nanti kalau karyawan tidak lagi memberikan bantuan, berarti putus,” ujar Cecep.
Menurut Cecep, LUTD merupakan langkah positif untuk membantu masyarakat memperoleh sambungan listrik. Program tersebut memberikan bantuan penyambungan listrik kepada masyarakat prasejahtera dan fasilitas umum yang bersumber dari donasi sukarela pegawai PLN.
Ia mengatakan akses listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi juga dapat menunjang pendidikan, pekerjaan, komunikasi, hingga aktivitas ekonomi keluarga.
Karena itu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah rumah yang memperoleh sambungan listrik. Dampak setelah listrik tersedia juga perlu diperhatikan, seperti peningkatan produktivitas, pendapatan, aktivitas ekonomi, dan kualitas pendidikan.
“Pemerataan tidak boleh hanya diartikan sebagai pembangunan infrastruktur di daerah yang secara ekonomi menguntungkan,” kata Cecep.
Menurut dia, masyarakat di wilayah dengan kondisi ekonomi maupun geografis yang berbeda tetap membutuhkan akses energi yang memadai. Pemerataan listrik perlu menjadi bagian dari pembangunan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Cecep menilai manfaat listrik juga dapat diperkuat melalui pemberdayaan ekonomi. Masyarakat dapat memanfaatkan energi untuk kegiatan produktif, mulai dari pengolahan hasil pertanian hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).