KDS Tekankan Lima Kunci Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis 13-08-2026,11:28 WIB
Editor : Eneng Suryani

Ia mendorong sekolah untuk melahirkan inovasi yang selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, serta visi pembangunan nasional.

“Kalau bisa, setiap sekolah mempersiapkan data anak didik yang mempunyai kapasitas dan kemampuan lebih unggul. Kepala sekolah harus mempunyai inovasi yang berbeda, tetapi tetap sejalan dengan visi dan misi pemerintah,” ujarnya.

Ketiga, research and development atau kajian dan pengembangan. KDS meminta sekolah tidak berhenti pada rutinitas, tetapi melakukan kajian terhadap berbagai kebutuhan dan kondisi lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar berlangsung nyaman dan efektif.

Ia juga mendorong penerapan sejumlah penguatan muatan pendidikan, di antaranya pemahaman Pancasila dan UUD 1945, pendidikan bahasa dan budaya Sunda, serta kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik.

Menurutnya, pendidikan karakter, moral, kedisiplinan, budaya, dan agama merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan.

Keempat, membangun institusi yang kuat dan kompak. KDS menekankan pentingnya kekompakan antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Tidak akan disebut Kepala Sekolah kalau tidak ada guru. Tidak akan disebut Kepala Sekolah kalau tidak ada murid. Artinya, institusi yang kuat itu adalah kekompakan dalam hal positif untuk memperbaiki sistem,” katanya.

Kelima, pengelolaan keuangan yang baik dan bertanggung jawab. KDS meminta kepala sekolah memahami pengelolaan anggaran secara menyeluruh dan tidak sekadar menyerahkan persoalan administrasi kepada bendahara atau operator.

Ia mengingatkan agar setiap dokumen dan pertanggungjawaban keuangan dipahami terlebih dahulu sebelum ditandatangani.

“Jangan langsung menandatangani kalau belum memahami. Urusan uang itu sangat sensitif. Kepala sekolah harus memahami dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan sekolah,” tegasnya.

Selain penguatan kapasitas kepala sekolah, KDS juga menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan dasar, termasuk mendukung pelaksanaan wajib belajar 13 tahun.

Ia mendorong penguatan pendidikan anak usia dini hingga jenjang pendidikan menengah agar kualitas sumber daya manusia Kabupaten Bandung terus meningkat.

“Makanya penting pendidikan dasar. Penting 13 tahun wajib belajar. Kita sukseskan bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat saat ini memiliki program revitalisasi sekolah. Ia berharap kepala sekolah dapat menjalankan amanah tersebut dengan fokus pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana serta mutu pembelajaran.

“Jangan dibebankan kepada Kepala Sekolah. Kepala Sekolah fokus saja pada peningkatan mutu anak sekolah,” katanya.

Lebih lanjut, KDS meminta kepala sekolah dan guru memberikan keteladanan melalui kedisiplinan sehari-hari.

Kategori :