Selain normalisasi sungai, Pemkab Bandung juga menyiapkan langkah penanganan banjir melalui pembangunan dua titik danau atau tampungan air di wilayah Tegalluar dan Sukamukti. KDS menyebut, desain teknis atau DED untuk pembangunan tersebut telah disiapkan BBWS.
“Kita akan upayakan, termasuk dua titik lokasi danau yang akan kita buat di wilayah Tegalluar dan Sukamukti. BBWS sudah membuat DED-nya dan insyaallah kita akan terus berkolaborasi,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan tampungan air tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Ia menyebut, program tersebut akan dikolaborasikan dengan berbagai program pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Ini salah satu program terobosan untuk terus menjaga ketahanan pangan dan juga menstabilkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bandung,” katanya.
Ajak Dunia Usaha
Bupati juga secara khusus mengajak para pelaku usaha di Kabupaten Bandung untuk ikut berpartisipasi dalam program penanganan banjir.
KDS menegaskan, persoalan banjir bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh unsur masyarakat, termasuk dunia usaha.
“Urusan banjir memang bukan urusan pemerintah saja, tapi urusan kita semua, termasuk partisipasi dari para pengusaha yang ada di Kabupaten Bandung,” tegasnya.
Menurut KDS, keterlibatan dunia usaha juga memiliki kepentingan langsung karena banjir dapat menimbulkan dampak terhadap aktivitas perekonomian, termasuk menghambat mobilitas pekerja dan kegiatan perusahaan.
“Seandainya terjadi banjir, dampaknya terkena juga, baik itu keterlambatan karyawan masuk kerja dan sebagainya. Ini salah satu kerugian untuk para pengusaha,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama mengawal dan mendukung upaya penanganan banjir secara bertahap.
“Maka saya mengajak atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung kepada seluruh pengusaha yang ada di Kabupaten Bandung, yuk kita sama-sama mengawal dan menyelesaikan urusan banjir yang ada di wilayah Kabupaten Bandung secara bertahap,” katanya.
Ia memastikan Pemkab Bandung akan terus memperkuat koordinasi dengan BBWS, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, pemerintah desa, DPR RI, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjalankan program tersebut.
Upaya normalisasi Sungai Cikeruh ini juga mendapat respons positif dari masyarakat Desa Tegalluar. Salah seorang warga RW 7 Desa Tegalluar, Apa Endang (55), mengatakan, wilayahnya selama ini menjadi salah satu kawasan yang kerap terdampak banjir ketika hujan turun.