Atto Bung, Berdikari, dan Merpati Berdarah Juara Dilahirkan

Senin 25-05-2026,23:16 WIB
Editor : Erwin Mintara D. Yasa

 

Di depan bangunan utama, tampak tiga ruangan berdiri berdampingan. Satu ruangan dipenuhi kandang player merpati. Di sebelahnya terdapat kandang anjing penjaga yang sesekali menggonggong pendek ketika orang asing datang. Sementara di sisi lain, seekor domba Garut adu bertubuh besar berdiri gagah dengan tanduk melingkar dan dada bidang, seolah ikut menjaga markas itu.

 

Tak lama kemudian, sang owner terlihat duduk santai di sudut ruangan. Di hadapannya masih tersisa makan siang yang belum habis. Suasana markas siang itu terasa lengang. Tak banyak orang berlalu-lalang. Hanya ada dirinya dan suara burung yang sesekali turun dari atap.

 

Maklum, Senin, 25 Mei 2026 itu sebagian besar penghobi tengah berkumpul di Lapak GS Nagreg untuk mengikuti perlombaan burung merpati tinggi. Markas Berdikari pun seperti sedang beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk dunia lomba.

 

Di ruangan player, sekitar 30 merpati berjejer rapi di dalam kandang berbahan kayu jati ukir. Bersih, tertata, dan nyaris tanpa bau menyengat. Setiap kandang dibuat dengan detail yang menunjukkan keseriusan pemiliknya dalam merawat burung. Di sana, tiap player memiliki ruang sendiri, layaknya atlet yang dijaga stamina dan mentalnya sebelum turun bertanding.

 

Atto Bung kemudian mulai bercerita tentang tim yang dibangunnya.

 

“Nama timnya Berdikari,” ujarnya sambil menyalakan rokok.

 

Berdikari, kata dia, merupakan singkatan dari “berdiri di atas kaki sendiri”. Sebuah istilah yang berarti mandiri --kemampuan untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan tanpa bergantung penuh kepada orang lain. Filosofi itu bukan hanya nama tempelan bagi timnya, tetapi juga cara hidup yang ia pegang selama bertahun-tahun menekuni dunia merpati.

 

Kecintaannya terhadap burung merpati tumbuh sejak remaja. Ia mulai serius masuk ke dunia merpati pada 2006. Lingkungan tempat tinggalnya yang dipenuhi penghobi membuat dirinya akrab dengan suara kepak sayap sejak kecil. Dari situlah semuanya bermula.

Tags :
Kategori :

Terkait